MIMIKA — Program bantuan pangan untuk warga Kabupaten Puncak melibatkan distribusi logistik dari Kota Timika. Ribuan paket beras dan minyak goreng harus diangkut menggunakan pesawat karena medan dan akses darat yang terbatas menuju wilayah pegunungan tersebut.
Kabupaten Puncak merupakan salah satu daerah di Papua Tengah dengan kontur pegunungan terjal. Jalan darat yang menghubungkan wilayah ini dengan kota-kota besar seperti Timika sangat minim dan kerap tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kondisi geografis inilah yang membuat pemerintah memilih moda transportasi udara sebagai jalur utama pendistribusian bantuan pangan. Pesawat menjadi satu-satunya cara untuk memastikan ribuan paket beras dan minyak goreng tiba di tangan penerima manfaat.
Angka 45.983 jiwa mencakup warga yang tersebar di sejumlah kampung di Kabupaten Puncak. Setiap penerima akan mendapatkan jatah beras dan minyak goreng dari program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah daerah maupun pusat.
Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok warga di tengah harga bahan pangan yang kerap melonjak di wilayah pedalaman. Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal penerbangan dan ketersediaan pesawat angkut.
Kota Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, dipilih sebagai titik kumpul logistik karena memiliki infrastruktur bandara yang memadai. Dari sini, seluruh paket bantuan dikirim ke Kabupaten Puncak yang berjarak ratusan kilometer melalui jalur udara.
Proses sortir dan pengepakan bantuan dilakukan di gudang logistik Timika sebelum akhirnya diterbangkan ke beberapa titik distribusi di Puncak. Petugas di lapangan kemudian menyalurkan langsung paket tersebut kepada warga yang terdaftar.
Program bantuan pangan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjangkau warga di daerah terpencil dan tertinggal. Akses distribusi yang sulit tidak menjadi penghalang selama logistik masih bisa diangkut melalui jalur udara.