Rupiah Terus Melemah ke Rp17.987 per Dolar AS, Tertekan Data Inflasi AS yang Panas

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 09:41:01 WIB
Rupiah melemah ke level Rp17.987 per dolar AS dipengaruhi data inflasi inti AS yang meningkat.

PAPUA — Tekanan terhadap rupiah datang dari eksternal, tepatnya dari data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dirilis kemarin. Inflasi inti PCE menunjukkan kenaikan signifikan, memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuan.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS PCE yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mencapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023. Pernyataan hawkish pejabat The Fed juga meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS," ujar Lukman Leong, Analis Mata Uang DOO Financial Futures, kepada CNNIndonesia.com.

Pergerakan Mata Uang Asia: Ringgit dan Peso Menguat, Won dan Dolar Singapura Tertekan

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan yang bervariasi di kawasan Asia. Beberapa mata uang regional justru berhasil menguat terhadap dolar AS pada pagi hari ini.

Mata uang Asia yang menguat:

  • Ringgit Malaysia: terapresiasi 0,31 persen
  • Peso Filipina: naik 0,07 persen
  • Dolar Hong Kong: menguat 0,01 persen

Sementara itu, mata uang Asia yang ikut terdepresiasi cukup dalam adalah won Korea Selatan yang turun 0,38 persen, disusul dolar Singapura melemah 0,05 persen, yen Jepang turun 0,03 persen, dan yuan China terkoreksi tipis 0,01 persen.

Dolar Australia dan Euro Lesu, Dolar Kanada Sendirian Menguat

Di kelompok mata uang utama negara maju, hampir semuanya melemah terhadap greenback. Dolar Australia menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi 0,29 persen, diikuti euro yang turun 0,10 persen. Poundsterling Inggris dan franc Swiss juga tak luput dari tekanan.

Satu-satunya mata uang yang mampu menguat adalah dolar Kanada, meski hanya dengan kenaikan tipis 0,03 persen.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini: Rp17.900 hingga Rp18.050

Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berada dalam tekanan sepanjang hari ini. Rentang pergerakan diprediksi berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan dolar AS dan data tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan depan sebagai indikasi arah kebijakan The Fed selanjutnya. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top