SENTANI — Tokoh adat Sentani, Ramses Wally, menilai filosofi perjuangan Lionel Messi sejalan dengan nilai luhur orang Papua, Yora Makahande, yang berarti kembali ke kampung dan membawa kemenangan. Baginya, Messi bukan sekadar pemain bola, melainkan simbol pengorbanan demi harga diri bangsa.
"Messi bisa menjadi orang terkaya di dunia jika egois mengejar uang. Tapi ia memilih kembali ke Argentina karena itu harga diri bangsanya," ujar Ramses, Sabtu (27/6/2026).
Tiga Catatan Keras untuk Manajemen Mutiara Hitam
Ramses memberikan tiga instruksi tegas yang harus segera dijalankan manajemen Persipura. Pertama, memanggil pulang seluruh pemain asli Papua yang kini tersebar di berbagai klub Indonesia. Kedua, menghentikan perekrutan pemain dari luar dan fokus pada putra daerah. Ketiga, menghapus praktik pemain titipan yang hanya menjadi penghias bangku cadangan.
"Belanda dulu membentuk kesebelasan dari kampung, bukan dari kantor. Setiap kampung di Enggros, Tobati, Nafri, dan Sentani punya klub sendiri. Itulah cara menanamkan cinta tanah air sejak lahir," jelasnya.
Persipura Pernah Jadi Raja, Kini Terpuruk di Liga 2
Ramses mengingatkan bahwa Persipura adalah penguasa era Liga Indonesia dengan koleksi empat gelar juara pada 2005, 2009, 2011, dan 2013. Bahkan, beberapa catatan menyebut Mutiara Hitam sempat mengoleksi lima titel juara. Ia menyayangkan tim kebanggaan Papua itu kini harus bermain di kasta kedua.
"Dengan pengalaman itu, Persipura seharusnya tidak berhenti di empat bintang. Sekarang malah turun ke Liga 2. Padahal tidak perlu," sesalnya.
Ia menutup dengan analogi: Argentina baru punya tiga bintang Piala Dunia, tapi levelnya kelas dunia. Persipura harus kembali ke akar, mencintai kampung halaman, dan berjuang demi harga diri.