JAYAPURA — Penandatanganan kesepakatan itu berlangsung dalam Forum Advokasi Lintas Sektor Pembentukan Gerakan SI SALI yang digelar Dinas Kesehatan Papua bersama UNICEF Indonesia di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Jumat (26/6/2026). Forum tersebut dihadiri pemerintah daerah, DPRP, tokoh adat, tokoh agama, organisasi profesi, akademisi, wartawan, hingga mitra pembangunan.
Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar urusan teknis kesehatan, melainkan bagian dari upaya kemanusiaan untuk melindungi generasi masa depan Papua. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan butuh dukungan semua elemen masyarakat dalam memberikan edukasi soal pentingnya imunisasi dasar lengkap.
Sasaran Imunisasi 2026: 39.386 Anak
Dinas Kesehatan Provinsi Papua memaparkan bahwa target imunisasi tahun 2026 mencapai 39.386 anak, terdiri dari 19.986 bayi baru lahir dan 19.400 surviving infant. Dalam forum yang sama, disampaikan pula capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), kondisi anak Zero Dose, laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serta strategi percepatan layanan di seluruh kabupaten dan kota di Papua.
Baru Satu dari Sembilan Daerah Capai Target
Perwakilan UNICEF Indonesia, Dr. Veera Mendonca, mengungkapkan bahwa Papua masih menghadapi tantangan besar. Hanya satu dari sembilan kabupaten/kota yang berhasil mencapai target IDL. Selain itu, Papua menjadi salah satu garis depan pengendalian polio di Indonesia, sehingga kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan.
"Kolaborasi semua pihak sangat penting agar tidak ada satu pun anak Papua yang terlewatkan dari layanan imunisasi," ujar Veera.
Pemuda Papua Siap Jadi Penggerak
Elias Awekidabi Gobay, perwakilan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua, menyatakan bahwa penandatanganan surat kesepakatan itu merupakan simbol komitmen pemuda Papua dalam mendukung upaya pemerintah menyelamatkan masa depan anak-anak Papua.
"Gerakan SI SALI bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat. Pemuda Papua siap menjadi bagian dari edukasi, advokasi, dan penggerak di tengah masyarakat agar setiap anak memperoleh haknya atas imunisasi," kata Elias.
Melalui Gerakan SI SALI, pemerintah provinsi Papua berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan mampu meningkatkan cakupan imunisasi, menekan jumlah anak Zero Dose, mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, serta mewujudkan generasi Papua yang sehat dan berkualitas.