PAPUA — Keputusan menyatukan puluhan hotel milik BUMN di bawah satu atap bukanlah perkara yang terjadi dalam semalam. Dony Oskaria menjelaskan, proses integrasi ini merupakan bagian dari program besar Danantara untuk merampingkan pengelolaan aset-aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah.
Aset Menggoda: 57 Hotel dengan 7.500 Kamar
Data yang dihimpun menunjukkan, total ada 57 unit hotel yang sebelumnya dikelola oleh anak usaha Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom. Jumlah kamar yang digabungkan mencapai 7.500 unit. Dengan portofolio sebesar ini, InJourney langsung melesat menjadi pemain nomor dua di industri perhotelan nasional.
"Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah dari aset-aset yang selama ini berdiri sendiri," ujar Dony dalam keterangan resminya, kemarin. Ia menambahkan, pengelolaan terpusat diyakini mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing.
Daftar Hotel yang Masuk ke Dalam Pelukan InJourney
Sejumlah hotel bintang empat dan lima yang selama ini dikenal publik ikut bergabung. Dari grup Pertamina, misalnya, ada Hotel Patra Jasa yang tersebar di beberapa kota. PLN membawa serta Hotel Syailendra dan properti milik anak usahanya. Sementara itu, BRI dan Telkom juga menggabungkan unit-unit penginapan yang mereka miliki.
Belum ada rincian lengkap soal perubahan merek atau manajemen di masing-masing hotel. Namun, sumber internal menyebutkan, InJourney akan melakukan audit dan standarisasi layanan secara bertahap dalam enam bulan ke depan.
Dampak ke Konsumen: Harga Lebih Kompetitif?
Bagi masyarakat, konsolidasi ini berpotensi mengubah peta persaingan harga kamar hotel. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, InJourney memiliki daya tawar lebih kuat terhadap pemasok dan platform pemesanan online. "Efisiensi dari skala besar ini bisa diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih bersaing," kata Dony.
Langkah ini juga membuka peluang bagi InJourney untuk bersaing langsung dengan grup hotel swasta besar seperti Accor dan Marriott yang selama ini mendominasi pasar konferensi dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Target ke Depan: Menuju IPO InJourney? Dony mengisyaratkan bahwa konsolidasi ini adalah fondasi untuk langkah korporasi yang lebih besar. Meski belum menyebutkan jadwal pasti, wacana penawaran umum perdana (IPO) InJourney kembali mengemuka. "Setelah semua rapi, kami akan lihat opsi pendanaan untuk ekspansi," tutupnya.