PAPUA — Ziarah nasional yang digelar Polri tidak hanya berpusat di Kalibata. Jajaran kepolisian juga melakukan penghormatan di sejumlah makam tokoh bangsa dan pendahulu institusi, termasuk di TPU Tanah Kusir dan TPBU Giritama, Bogor. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan merawat memori kolektif bangsa atas jasa para pahlawan.
Penghormatan di Makam Kapolri Pertama hingga BJ Habibie
Di TPU Tanah Kusir, rombongan Polri berziarah ke makam Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama yang meletakkan fondasi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Makam Presiden ke-3 RI, Prof. Dr. Ir. H. B.J. Habibie, juga menjadi salah satu lokasi penghormatan.
Sementara itu, di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor, Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada memimpin ziarah di pusara Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Iman Santoso. Nama Hoegeng dikenal luas sebagai simbol integritas dan keteladanan moral dalam sejarah Korps Bhayangkara.
Ziarah Laut dan Pelarungan Bunga di Teluk Jakarta
Polri juga menggelar ziarah laut di perairan Teluk Jakarta yang dipimpin oleh Kabaharkam Polri. Rangkaian acara ini meliputi pelarungan karangan bunga sebagai simbol doa bagi para pahlawan bahari yang gugur menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
“Baik di daratan maupun di lautan, seluruh rangkaian ziarah hari ini mengajarkan satu hal yang sama, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya,” ujar Wakapolri dalam sambutannya.
Wakapolri: Ziarah Bukan Sekadar Seremonial
Dalam keterangannya, Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa ziarah dan tabur bunga bukanlah sekadar tradisi seremonial. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jati diri dan nilai-nilai pengabdian yang menjadi fondasi Polri.
“Ketika kita berdiri di tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa, negarawan, dan para pendahulu Polri, sesungguhnya kita sedang belajar tentang arti pengorbanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada negara,” kata Wakapolri.
Ia menambahkan, dari para pendahulu seperti Jenderal Soekanto, BJ Habibie, hingga Hoegeng, Polri mewarisi semangat kepeloporan, visi kebangsaan, dan keteladanan moral. “Tabur bunga adalah simbol penghormatan, tetapi makna yang lebih dalam adalah melanjutkan nilai perjuangan mereka,” tegasnya.
Polri Tegaskan Komitmen Pengabdian Jelang HUT ke-80
Wakapolri menekankan bahwa rangkaian ziarah nasional ini menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri meneguhkan komitmen meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.
“Semangat para pahlawan dan pendahulu Polri harus hidup dalam integritas, profesionalisme, keberanian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Dedi Prasetyo. Polri juga memberikan penghormatan kepada sejumlah mantan Kapolri lainnya, termasuk Jenderal Polisi (Purn.) Kunarto, Dibyo Widodo, Awaloedin Djamin, dan Mochammad Yasin.