MANOKWARI — Sebanyak 120 tukik atau anak penyu dilepasliarkan di Pantai Wisata Sibuni, Manokwari, Papua Barat. Pelepasliaran ini melibatkan masyarakat adat, pelajar, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat ini dihadiri Asisten III Gubernur Papua Barat, Otto Parrorongan, yang mewakili Gubernur Dominggus Mandacan dan Wakil Gubernur Mohamad Lakotani.
Otto menyebut kawasan pesisir Papua Barat merupakan habitat penting bagi penyu, khususnya untuk lokasi bertelur dan berkembang biak. Namun, keberadaan satwa dilindungi ini menghadapi sejumlah ancaman serius.
Mulai dari kerusakan habitat, pencemaran sampah plastik, perubahan iklim, hingga aktivitas perburuan liar yang masih terjadi. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konservasi sejak fase awal pertumbuhan penyu.
"Pelepasliaran tukik hari ini adalah usaha bersama untuk meningkatkan peluang hidup penyu sejak fase awal. Setiap tukik yang dilepas membawa harapan besar bahwa kelak mereka akan kembali ke pantai-pantai kita untuk melanjutkan siklus kehidupan," ujar Otto.
Menurut Otto, upaya pelestarian penyu tidak sekadar melindungi satwa, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Lingkungan pesisir yang terjaga akan menciptakan keseimbangan antara manusia dan alam.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri.
Menjaga alam juga dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas, budaya, serta nilai-nilai leluhur. Penguatan peran masyarakat lokal diharapkan mampu menjadikan mereka pelaku utama dalam pengelolaan kekayaan alam secara mandiri.
Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui DKP berkomitmen mendukung program konservasi dengan penguatan kelembagaan, edukasi lingkungan, pendampingan kelompok masyarakat, serta pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Kegiatan konservasi tidak akan berhenti pada pelepasliaran tukik. Pemerintah mendorong pengembangan gerakan perlindungan habitat secara menyeluruh, termasuk pengurangan sampah plastik dan perlindungan kawasan pesisir.
Otto berharap Kampung Sibuni dapat berkembang menjadi percontohan konservasi penyu di Papua Barat. Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi lokasi ekowisata berbasis konservasi yang memberi nilai tambah bagi perekonomian warga setempat.