MANOKWARI SELATAN — Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Botak, Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, polisi masih menemukan tiga titik api yang berkobar dan 14 titik bara yang butuh pengawasan ketat di kawasan perbukitan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Manokwari Selatan Iptu Tri Sukma mengatakan, api yang menyala di bagian bawah pinggir jalan sudah berhasil dipadamkan. Kendala justru muncul di lereng atas yang sulit dijangkau karena keterbatasan peralatan.
"Personel telah berupaya memadamkan api yang menyala di bagian bawah pinggir jalan. Namun, api yang menjalar ke bagian atas bukit atau gunung sulit dipadamkan karena keterbatasan peralatan," ujarnya, Minggu (23/8/2026).
Tim yang dipimpin KBO Reskrim Iptu Y Victor Obinaru bersama tiga personel bergerak sekitar pukul 23.05 WIT menuju Kampung Momiwaren. Perjalanan dilanjutkan ke Gunung Botak setelah memastikan titik api di kampung tersebut telah padam oleh petugas dan warga.
Sekitar pukul 00.20 WIT, kobaran api masih terlihat di pinggir jalan Kampung Mawi, Distrik Momiwaren. Saat itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Mansel tengah berupaya menjinakkan api. Dua puluh menit berselang, tim tiba di Pos Pantau Karhutla Gunung Botak dan mendapati sebagian api telah padam, menyisakan bara di sejumlah titik.
Pemantauan berlanjut ke Bukit Pramuka pada pukul 01.30 WIT. Petugas memadamkan api yang masih terjangkau sekaligus membersihkan pohon tumbang yang melintang di jalan raya.
Tri Sukma menjelaskan, angin kencang menjadi faktor utama meluasnya karhutla di kawasan Gunung Botak. Kondisi ini pula yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu akses jalan.
Api sempat terpantau menjalar ke bagian belakang Gunung Botak sekitar pukul 00.10 WIT. Namun, intensitasnya mulai berkurang setelah pukul 04.00 WIT.
"Api juga terpantau mengarah ke bagian belakang Gunung Botak sejak sekitar pukul 00.10 WIT. Namun setelah pukul 04.00 WIT, nyala api mulai berkurang," kata Tri Sukma.
Dari Dermaga Momiwaren, nyala api terlihat semakin meredup saat suhu mulai dingin dan embun muncul. Polisi mengingatkan petugas di lapangan agar memprioritaskan keselamatan, mengingat medan kebakaran berada di kawasan gunung dan perbukitan.
"Untuk penanganan di lokasi, perlu menggunakan peralatan yang aman dan maksimal, seperti selang, air, alkon maupun mobil pemadam kebakaran," tuturnya.
Polres Manokwari Selatan masih melakukan monitoring perkembangan karhutla di Gunung Botak. Masyarakat diminta tidak membakar lahan selama musim kemarau dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di area rawan kebakaran.
"Kami akan terus melakukan monitoring dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan saat musim kemarau serta tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat," ucap Tri Sukma.