Vino G. Bastian Buka Rahasia Hamka: Awal Mula, Prekuel Trilogi Tayang 19 November 2026

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:22:01 WIB
Aktor Vino G. Bastian kembali memerankan Buya Hamka dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) yang tayang 19 November 2026.

PAPUA — Vino G. Bastian kembali memerankan Buya Hamka dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Meski menjadi penutup trilogi, film garapan Fajar Bustomi ini justru merupakan prekuel yang mengisahkan Hamka sejak masih bayi. Produksi Falcon Pictures bersama Starvision itu juga menyoroti peran kedua orang tua Hamka dalam membentuk kepribadiannya.

Vino G. Bastian mengungkap bahwa volume ketiga trilogi Hamka punya pendekatan berbeda dari dua film sebelumnya. Alih-alih melanjutkan kisah sang ulama di usia dewasa, film ini justru mundur ke titik paling awal kehidupan Hamka.

Pernyataan itu disampaikan Vino saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Rabu (28/10/2026), dalam acara pre-screening bersama Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah ustaz serta kiai.

Prekuel yang Menutup Trilogi

Menurut Vino, urutan volume tidak berbanding lurus dengan kronologi cerita. Volume ketiga menjadi film penutup, tetapi posisinya dalam alur justru sebagai film pertama.

"Sebetulnya volume ketiga ini menjadi film penutup, tapi yang menarik adalah justru ini merupakan prekuel dari dua volume sebelumnya. Jadi kalau dari trilogi Hamka, ini adalah film pertamanya, di mana Hamka diceritakan dari masih bayi dilahirkan sampai nanti teman-teman tonton sendiri di bioskop," ujar Vino G. Bastian.

Artinya, penonton yang mengikuti dua volume sebelumnya akan mendapat konteks baru soal akar kehidupan Buya Hamka. Kisahnya dimulai dari masa kelahiran, bukan dari periode dakwah yang sudah dikenal luas.

Peran Haji Rasul dan Siti Safiyah

Karena Hamka digambarkan masih bayi, Vino menyebut plot film banyak berfokus pada kedua orang tuanya, Haji Rasul dan Siti Safiyah. Sosok sang ayah, Haji Karim Amrullah atau Haji Rasul, digambarkan sebagai ulama besar di Minang yang punya tekad kuat agar anaknya meneruskan dakwah.

"Karena Hamkanya masih bayi, plot ceritanya memang banyak berfokus ke orang tuanya, yaitu ke ibu dan bapaknya. Bapaknya, Haji Karim Amrullah (Haji Rasul), adalah seorang ulama besar di Minang yang memiliki sekolah di sana dan punya satu niat kuat bahwa anaknya harus menjadi seorang ulama seperti dirinya," kata Vino.

Vino menegaskan Hamka kecil tidak tumbuh instan menjadi ulama. Ada proses pendidikan panjang yang dijalani sejak dini, termasuk perhatian besar dari ayah dan ibunya.

"Apalagi satu-satunya anak laki-laki yang saat itu dibanggakan adalah Malik (Hamka kecil). Namun, Hamka tidak lahir langsung menjadi sosok ulama yang pandai agama. Semuanya dididik sejak kecil oleh ayah dan ibunya," ujarnya.

Perjalanan Hamka Kecil hingga Tokoh Pergerakan

Selain masa kecil, film ini menyoroti pertemuan Hamka dengan tokoh-tokoh penting pergerakan nasional. Vino menyebut fase itu menjadi bagian dari perjalanan yang ditunggu penonton.

"Nah, versi ini menceritakan perjalanan Hamka mulai dari masa kecil itu hingga nantinya bertemu tokoh-tokoh penting pergerakan nasional," sambung Vino.

Deretan pemain ternama turut memperkuat film ini, mulai dari Laudya Cynthia Bella, Donny Damara, Reza Rahadian, Desy Ratnasari, hingga Mathias Muchus. Kehadiran mereka disebut memperkuat emosi di setiap adegan sejarah.

Pre-Screening Bersama MUI

Sebelum tayang komersial, Hamka: Awal Mula lebih dulu diputar dalam pre-screening bersama Majelis Ulama Indonesia. Vino menyebut momen itu sebagai hari spesial karena filmnya ditonton lebih dulu oleh ustaz dan kiai.

"Hari ini menjadi hari yang spesial karena ini sebetulnya pre-screening bersama dengan Majelis Ulama Indonesia dan beberapa ustaz serta kiai. Kita mau menayangkan perdana spesial film Buya Hamka volume ketiga," katanya.

Hamka: Awal Mula (Vol. 3) menjadi penutup rangkaian trilogi yang digarap Falcon Pictures bersama Starvision. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026, sekaligus melengkapi perjalanan sinematik sosok Buya Hamka dari masa kelahiran hingga jejak perjuangannya.

Reporter: Ragil
Sumber: kapanlagi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top