Ketua Baru AJI Kota Jayapura 2026–2029 Janji Perkuat Kolaborasi Jurnalis di Tanah Papua

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 01 November 2026 | 18:45:31 WIB
Ketua AJI Kota Jayapura terpilih Theo Kelen dan Maurits Yansip berfoto bersama seusai Konferta AJI Kota Jayapura.

JAYAPURA — Duo jurnalis Jubi itu menggantikan kepengurusan Lucky Ireeuw dan Anang Budiono yang memimpin AJI Kota Jayapura sejak 2023. Pemilihan berlangsung dalam Konferta AJI Jayapura dan disaksikan langsung Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana.

Theo Kelen sehari-hari bekerja sebagai jurnalis Jubi, sementara Maurits Yansip merupakan editor video Jubi TV. Keduanya akan memimpin organisasi profesi itu selama tiga tahun ke depan.

Bayu Wardhana Minta AJI Jayapura Perkuat Jangkauan ke Seluruh Tanah Papua

Dalam konferta, AJI Indonesia mendorong kepengurusan baru memperluas kegiatan organisasi ke seluruh wilayah Tanah Papua. Cakupannya meliputi Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Bayu menyatakan AJI Indonesia siap mendukung program AJI Kota Jayapura untuk memperkuat kebebasan pers dan keberadaan media independen di Papua.

“AJI Indonesia siap mendukung program yang dijalankan AJI Kota Jayapura untuk memperkuat kebebasan pers dan keberadaan media independen di Papua,” kata Bayu.

Biro Merauke Dibentuk, Syarat Jadi AJI Persiapan 15 Anggota

Konferta juga menetapkan pembentukan AJI Kota Jayapura Biro Merauke. Penetapan itu berdasarkan surat keputusan AJI Kota Jayapura dan akan berstatus AJI persiapan jika anggota di sana mencapai 15 orang.

“Penetapan AJI Biro Merauke merupakan ketetapan berdasarkan SK (surat keputusan) dari AJI Kota Jayapura dan selanjutnya akan menjadi AJI persiapan jika anggota AJI di sana mencapai 15 anggota,” ujar Bayu kepada Jubi di sela-sela pemilihan.

Selain Merauke, Biro Sorong juga direncanakan menyusul sesuai kebutuhan dan kesepakatan kepengurusan baru.

Tiga Tantangan: Ancaman Kebebasan Pers, Biaya Operasional, dan Kantor Sekretariat

Theo Kelen menyebut kebebasan pers dan keselamatan jurnalis masih menjadi tantangan utama kerja jurnalistik di Papua. Persoalan lain yang tak kalah berat adalah luasnya wilayah liputan dan tingginya biaya operasional.

“Selain ancaman terhadap kebebasan pers, luasnya wilayah liputan dan tingginya biaya operasional juga menjadi persoalan yang dihadapi wartawan,” kata Theo.

Kepengurusan baru juga mewarisi masalah belum adanya kantor sekretariat. Tempat itu dibutuhkan anggota dan pengurus untuk merumuskan program kerja serta menjalankan agenda organisasi.

Soal program kerja, Theo menyatakan belum ada perumusan rinci karena masih menunggu pembentukan struktur organisasi.

Pelatihan Jurnalis untuk Hadapi AI dan Disinformasi

Peningkatan kapasitas jurnalis lewat pelatihan masuk prioritas kepengurusan baru. Fokusnya menghadapi perkembangan kecerdasan buatan dan penyebaran disinformasi.

Kolaborasi antarjurnalis dinilai penting untuk bersama-sama mendorong dan memperkuat jurnalistik di Tanah Papua.

Iuran Anggota Belum Maksimal

Mantan Ketua AJI Kota Jayapura dua periode, Lucky Ireeuw, menyoroti iuran anggota yang selama ini belum berjalan maksimal. Ia berharap kepengurusan baru membenahi hal itu demi menunjang program kerja.

“Semoga dalam kepengurusan baru semua bisa berjalan lancar untuk menunjang program kerja AJI Kota Jayapura ke depan,” kata Lucky, yang juga pemimpin redaksi koran Cenderawasih Pos.

Reporter: Sutomo
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top