PAPUA — WhatsApp merilis empat fitur pengelolaan grup pada akhir Oktober 2026, termasuk penyematan pesan tanpa batas waktu dan pembagian riwayat obrolan ke anggota baru. Pembaruan digulirkan bertahap ke pengguna Android dan iOS, menyasar mereka yang aktif di banyak grup beranggota besar. Langkah ini menjawab keluhan lama soal pesan penting yang tenggelam di arus percakapan.
Empat fitur yang dirilis WhatsApp menyasar masalah klasik obrolan grup: informasi krusial hilang tertimbun ratusan pesan baru. Penyematan permanen, akses riwayat bagi anggota baru, status grup terbatas, dan filter mention dirancang agar pengguna tidak perlu membaca ulang seluruh percakapan.
Pin Pesan Tanpa Batas Waktu
Sebelumnya pengguna wajib memilih durasi penyematan 24 jam, 7 hari, atau 30 hari. Kini pengumuman, tautan, dan instruksi grup bisa dipertahankan di posisi atas selama diperlukan.
Perubahan ini memberi admin dan anggota cara menjaga informasi penting tetap terlihat. Pengumuman rapat, tautan dokumen, atau aturan grup tidak lagi kedaluwarsa sendiri saat masih dibutuhkan.
Bagikan Riwayat Kapan Saja ke Anggota Baru
Opsi berbagi riwayat pesan dulu hanya muncul sekali, saat anggota baru pertama kali dimasukkan ke grup. Kini admin dapat membagikannya kapan saja dengan mengetuk nama anggota tersebut di dalam obrolan grup.
Riwayat yang dibagikan tetap dilindungi enkripsi end-to-end, sama seperti obrolan pribadi lainnya. Fitur ini memudahkan anggota baru mengejar konteks percakapan tanpa harus bertanya ulang ke grup.
Group Status: Pembaruan Terbatas untuk Anggota Grup
Status grup memungkinkan pengguna membagikan pembaruan yang hanya terlihat oleh anggota grup tertentu, bukan seluruh daftar kontak. Anggota lain dapat melihat, memberi reaksi, hingga menambahkan status mereka sendiri.
Setiap status otomatis terhapus dalam 24 jam. Bagi pelaku bisnis yang memakai grup untuk koordinasi tim atau komunitas pelanggan, fitur ini memisahkan pembaruan internal dari status yang dilihat kontak pribadi.
Filter Mentions and Replies
Menu filter pada daftar obrolan kini menyertakan tombol sebutkan dan balasan. Pengguna bisa langsung menyaring percakapan grup yang belum dibaca dan berisi mention atau balasan langsung, termasuk pesan @all.
Fitur ini memangkas waktu yang biasa dipakai memeriksa grup satu per satu. Bagi pengguna yang tergabung di belasan grup kerja dan komunitas, penyaringan ini jadi cara tercepat menemukan pesan yang menuntut respons.
Pesan Terjadwal Masih Tahap Uji Coba
Di jalur terpisah, WhatsApp memperluas pengujian pesan terjadwal bagi pengguna iOS lewat versi beta 26.42.10.19 di TestFlight. Fitur ini memungkinkan penjadwalan pengiriman teks, foto, atau video hingga dua minggu ke depan dengan menekan dan menahan tombol kirim.
Pesan terjadwal tetap terlindungi enkripsi end-to-end dan bisa dilihat atau dihapus sebelum waktu pengiriman tanpa notifikasi ke penerima. Pesan hanya dikirim kepada anggota yang sudah ada saat jadwal dibuat. Pengujian serupa berjalan di Android sejak awal Oktober 2026, tetapi belum ada jadwal peluncuran versi stabil.
Arah Pengembangan WhatsApp
Deretan pembaruan ini memperlihatkan fokus WhatsApp pada pengelolaan grup sebagai ruang komunikasi yang lebih terkelola. Sebelumnya WhatsApp menguji Restricted Chat yang mengunci ekspor pesan, integrasi Meta AI di versi beta, hingga fitur Guest Calling yang memungkinkan panggilan tanpa akun.
Bagi pasar Indonesia, di mana grup WhatsApp lazim dipakai untuk koordinasi kerja, komunitas, dan transaksi jual beli, kombinasi pin permanen dan filter mention berpotensi mengurangi risiko terlewatnya informasi penting. Pembaruan tersedia bertahap, sehingga belum semua perangkat menerimanya sekaligus.