Pencarian

Rumah Jew Pusat Pendidikan Informal dan Musyawarah Adat, Gubernur Papua Selatan Ajak Masyarakat Asmat Jaga Identitas Sakral

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:31:16 WIB
Rumah Jew Pusat Pendidikan Informal dan Musyawarah Adat, Gubernur Papua Selatan Ajak Masyarakat Asmat Jaga Identitas Sakral
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pentingnya Rumah Jew sebagai pusat pendidikan informal bagi generasi muda Suku Asmat.

JAYAPURA — Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyebut Rumah Jew sebagai pusat pendidikan informal bagi generasi muda Suku Asmat. Di dalam rumah adat berbentuk panggung ini, anak-anak belajar tata krama, adat istiadat, serta keterampilan tradisional seperti mengukir, menari, dan menganyam.

Fungsi Ganda Rumah Jew: dari Pusat Belajar hingga Tempat Musyawarah

“Rumah Jew juga menjadi pusat musyawarah bagi para tokoh adat dan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan maupun merencanakan langkah strategis demi kemajuan kampung,” kata Safanpo dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Selasa.

Bangunan ini tidak sekadar tempat tinggal. Safanpo menegaskan Rumah Jew merupakan jantung kehidupan, simbol jati diri, dan identitas sakral Suku Asmat yang harus dirawat agar tidak punah seiring perkembangan zaman.

Arsitektur Unik Tanpa Paku, Panjang Mencapai 50 Meter

Rumah Jew dikenal juga sebagai rumah bujang. Bangunannya berbentuk rumah panggung persegi panjang yang seluruhnya terbuat dari kayu, sementara dinding dan atapnya dari daun pohon sagu atau nipah yang telah dianyam.

Keunikan konstruksinya terletak pada teknik penyambungan. Rumah Jew tidak menggunakan paku. Sebagai gantinya, akar rotan menjadi penghubung antarbagian. Panjang bangunan ini bisa mencapai 30 hingga 50 meter dan memiliki banyak pintu.

Setiap Pintu Mewakili Satu Marga atau Klan

“Setiap pintu mewakili satu klan (marga) tertentu di kampung tersebut,” ujar Safanpo.

Gubernur mengajak masyarakat Kabupaten Asmat menjadikan Rumah Jew sebagai simbol persatuan dan semangat gotong royong. Pelestarian rumah adat ini dinilai krusial agar generasi mendatang tetap mengenal akar budayanya.

Fakta Singkat Rumah Jew Suku Asmat:

  • Berfungsi sebagai pusat pendidikan informal untuk belajar mengukir, menari, dan menganyam
  • Tempat musyawarah tokoh adat dan warga untuk menyelesaikan persoalan kampung
  • Bangunan panggung tanpa paku, menggunakan akar rotan sebagai pengikat
  • Panjang mencapai 30–50 meter dengan banyak pintu, setiap pintu mewakili satu marga

Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks