BIAK — Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengonfirmasi bahwa granat nanas itu ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung dimusnahkan oleh tim Jibom. Ia meminta warga untuk tidak memasuki TKP hingga tim menyatakan kawasan tersebut bersih dari berbagai bahan peledak.
"Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan," kata AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi ANTARA dari Jayapura, Senin malam.
Penyidik belum dapat melakukan olah TKP karena masih menunggu sterilisasi kawasan. Tim Jibom akan kembali melanjutkan pemeriksaan pada Selasa (2/6) mengingat kedatangan mereka yang baru tiba Senin sore sehingga belum maksimal.
Korban Jiwa dan Kerusakan Akibat Ledakan Bom PD II
Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Insiden ini menewaskan lima orang, yaitu Deflin Raubaba (41 tahun), Moris Raubaba (24 tahun), Karmila Ayorbaba (25 tahun), Israel Raubaba (7 tahun), dan Isril Raubaba (5 tahun).
Selain korban jiwa, ledakan juga mengakibatkan tiga orang dinyatakan hilang, 19 orang luka-luka, serta sembilan rumah rusak. Rumah-rumah tersebut dihuni 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa.
Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Saat ini, 55 orang masih ditampung sementara di tempat pengungsian yang disediakan Pemda Biak Numfor. Kapolres setempat mengimbau warga untuk tidak mendekati TKP sampai tim Jibom menyatakan kawasan itu aman dari bahan peledak.
"Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak," ujar AKBP Ari Trestiawan.