JAYAPURA — Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mendorong agar tenaga pendidik di Program Sekolah Rakyat diprioritaskan dari putra-putri asli Papua. Usulan itu ia sampaikan langsung kepada Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dalam pertemuan di Jakarta, Senin (29/6). Menurut Gubernur, kebijakan ini strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
"Kami berharap putra-putri asli Papua diberi kesempatan mengajar di Sekolah Rakyat. Mereka bisa mengabdi dan membantu adik-adiknya memperoleh pendidikan yang layak," kata Fakhiri di Jayapura, Rabu.
Kualitas Guru Lokal Tak Kalah Saing
Fakhiri menegaskan, guru-guru di Provinsi Papua tidak kalah kompeten dibanding tenaga pendidik dari luar kota. Ia merujuk pada banyaknya putra daerah yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, termasuk di luar negeri.
"Karena selama ini ada beberapa anak kami menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, termasuk di luar negeri. Oleh sebab itu, dipastikan mereka memiliki kemampuan terbaik," ujarnya.
Empat Sekolah Rakyat Rintisan Beroperasi
Saat ini, empat Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di Provinsi Papua sejak 2025. Sekolah-sekolah itu berlokasi di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Biak Numfor, dan Kota Jayapura. Masing-masing sekolah menampung sekitar 100 siswa untuk jenjang SMA, sementara jenjang SD dan SMP masing-masing disiapkan bagi sekitar 50 peserta didik.
Gubernur menambahkan, dalam pertemuan dengan Mensos, pihaknya turut mengusulkan perluasan pembangunan Sekolah Rakyat ke daerah dengan tantangan geografis tinggi. Dua kabupaten yang menjadi prioritas adalah Mamberamo Raya dan Waropen.
Target Gedung Permanen Beroperasi 2027
Pemerintah Provinsi Papua menargetkan gedung permanen untuk Sekolah Rakyat mulai dibangun dan beroperasi pada 2027. Dengan demikian, layanan pendidikan diharapkan semakin merata sekaligus memberdayakan guru-guru asli Papua.
"Pada Senin (29/6) kami melakukan kunjungan ke Menteri Sosial RI guna membahas penggunaan guru lokal di Sekolah Rakyat serta percepatan pembangunan," ujar Fakhiri.