JAYAPURA — Puluhan guru dan pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dari sekolah-sekolah unggulan di Kota dan Kabupaten Jayapura mengikuti workshop penguatan layanan gizi terpadu. Kegiatan yang digelar di sebuah hotel di Kota Jayapura ini merupakan hasil kolaborasi UNICEF, pemerintah daerah, dan China International Development Cooperation Agency (CIDCA).
Nutrition Officer UNICEF Tanah Papua, Dwi Kristanto, menjelaskan bahwa setiap sekolah mengirimkan dua perwakilan, yakni wakil kepala sekolah dan penanggung jawab UKS. Mereka mendapatkan materi langsung dari tim Kementerian Kesehatan yang membidangi UKS, gizi, dan kesehatan anak.
Bukan Sekadar Makan Bergizi Gratis
Dwi menekankan bahwa layanan gizi di sekolah tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi. Lebih dari itu, program ini memastikan pelayanan kesehatan dan pemantauan gizi berjalan secara berkesinambungan.
"Kami ingin memastikan sekolah memahami layanan gizi terpadu, memperkuat koordinasi dengan puskesmas, serta menyusun pedoman penanganan masalah gizi anak usia sekolah," kata Dwi dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Model Percontohan untuk Lima Daerah Lain
Saat ini, pendampingan masih difokuskan di Kota dan Kabupaten Jayapura. Menurut Dwi, kedua daerah tersebut dinilai paling siap dari sisi kebijakan, tata kelola, dan sumber daya manusia.
"Model yang dikembangkan diharapkan dapat diterapkan di daerah lain di Papua, seperti Mamberamo Raya, Supiori, Waropen, dan Biak Numfor," tegas Dwi.
Cerita dari SD Inpres Sereh: 319 Siswa Dapat MBG
Salah satu peserta, Rini Setiawati Langer, guru SD Negeri Inpres Sereh, Kabupaten Jayapura, mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, edukasi gizi bagi guru akan memperkuat pembelajaran di sekolah.
Rini mengungkapkan, sekolahnya saat ini telah melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis bagi 319 siswa dari kelas I hingga VI. Sekolah juga bekerja sama dengan puskesmas dalam pemantauan kesehatan siswa melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pemberian obat cacing secara berkala.
"Anak-anak sudah belajar tentang gizi seimbang sehingga mereka mulai memahami makanan yang baik untuk dikonsumsi," ungkap Rini.
Sinergi Sekolah dan Puskesmas Jadi Kunci
Melalui workshop ini, UNICEF dan pemda berharap sinergi antara sekolah dan fasilitas layanan kesehatan semakin kuat. Layanan gizi terpadu diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di Papua.
Rini berharap, pembinaan serupa terus dilakukan agar semakin banyak sekolah memperoleh pendampingan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat.