PAPUA — Sudah 117 kali Rice dan Odegaard bermain bersama di lini tengah Arsenal. Namun laga ke-118 di Miami International Stadium akan menjadi yang paling berbeda. Keduanya dipastikan tidak akan saling bertukar kabar di grup WhatsApp sebelum kick-off.
"Saya tidak ingin orang lain menjadi kapten kami. Dia bisa tampil di panggung terbesar. Kami selalu bersama Martin," kata Rice tentang Odegaard pada Mei 2025 lalu. Kekaguman itu harus dihentikan setidaknya selama 90 menit.
Odegaard: Beban Besar, Peran Lebih Bebas
Odegaard dipercaya menjadi kapten Norwegia sejak 2021 oleh pelatih Stale Solbakken, saat usianya baru 22 tahun. Setahun berselang, Mikel Arteta memberikan ban kapten yang sama di Arsenal. Keputusan itu terbukti tepat.
Pelatih Norwegia Solbakken mengungkapkan peran Odegaard di timnas sedikit berbeda dengan di Arsenal. "Dia punya peran yang sedikit lebih bebas di tim kami," ujar Solbakken. "Mungkin saat bermain untuk Arsenal, dia punya pemain dengan pengalaman yang sama seperti Rice dan Zubimendi. Kami menaruh lebih banyak beban di pundaknya. Saya pikir dia menikmatinya."
Penampilan Odegaard di Piala Dunia 2026 memang meningkat setelah kritikan di laga pembuka lawan Irak. Gelandang 27 tahun itu menjadi motor permainan saat Norwegia mempermalukan Brasil di babak 16 besar.
Rice: Pisau Serbaguna Inggris yang Tak Kenal Lelah
Rice menjadi figur sentral bagi Inggris dan Arsenal. Di babak perempat final melawan Meksiko, ia tetap bermain penuh meski diganggu cedera hamstring dan punggung bawah sejak awal pertandingan. Itu adalah laga ke-66 musim ini.
"Dia seseorang yang selalu memberikan segalanya untuk tim, selalu bertarung untuk setiap bola, membawa energinya ke lapangan," kata Odegaard tentang Rice di markas latihan sementara Norwegia di Fort Lauderdale.
Rice kini menjadi kapten muda di ruang ganti Inggris dan kandidat kuat menggantikan Harry Kane sebagai kapten utama. Pertanyaan yang muncul: akankah Rice juga yang ditugaskan untuk mematikan pergerakan Odegaard di lini tengah?
Kunci Pertandingan: Duel Gelandang Penentu
Kedua pemain lahir dengan jarak hanya 28 hari dan tidak pernah saling berhadapan di level junior. Pertemuan mereka hanya terjadi di sesi latihan intensif Arteta di London Colney. Kini duel nyata di panggung Piala Dunia akan menentukan siapa yang melaju ke semifinal.
Inggris akan mengandalkan ketangguhan Rice untuk memutus aliran bola Odegaard. Sementara Norwegia berharap kapten mudanya bisa kembali menunjukkan kualitas terbaiknya seperti saat membungkam Brasil.