JAYAPURA — Pemerintah pusat memastikan setiap program prioritas yang diturunkan ke Papua berfungsi optimal dan tepat sasaran. Hal ini disampaikan Wamendagri Ribka Haluk saat meninjau proyek infrastruktur di Kabupaten Jayapura dan Keerom, Selasa (15/7/2026).
Irigasi Air Tanah di Keerom Jadi Prioritas Swasembada Pangan
Salah satu proyek yang diawasi ketat adalah pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Arso XIV, Kabupaten Keerom. Proyek ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Swasembada Pangan.
Wamendagri menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua harus mampu mengakomodasi aspirasi nyata kelompok tani. Kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta program pertanian berbasis komunitas menjadi perhatian utama agar kebijakan pusat menjawab kendala di lapangan.
Pembangunan Jalan dan Jembatan untuk Buka Akses Wilayah Terisolasi
Selain irigasi, Wamendagri juga meninjau proyek jalan dan jembatan di kedua kabupaten. Infrastruktur ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung sektor pertanian dan pariwisata, serta menggerakkan perekonomian daerah.
“Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk memastikan keandalan fungsi dari setiap program prioritas yang diturunkan ke daerah,” ujar Ribka Haluk dalam keterangannya.
Digitalisasi Pendidikan: Renovasi Madrasah dan Pengadaan Smart Board
Di sektor pendidikan, evaluasi berkala dilakukan terhadap kelayakan fasilitas pendidikan dasar. Salah satunya adalah renovasi sarana di Madrasah Ibtidaiyah Al Fitrah. Meski spesifikasi teknis bangunan telah terpenuhi, pemerintah daerah bersama kementerian terkait masih mengoordinasikan penambahan ruang kelas baru.
Pengadaan perangkat smart board juga tengah diupayakan untuk mendukung digitalisasi pendidikan di Papua. Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan akses teknologi belajar bagi siswa di daerah.
Manfaat Infrastruktur Harus Terasa Langsung oleh Masyarakat
Wamendagri mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur strategis di Papua harus berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Tujuannya agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, bukan sekadar proyek fisik tanpa dampak ekonomi.
“Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya harus mampu membuka akses daerah yang terisolasi, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan menggerakkan perekonomian daerah,” tegasnya.