JAYAPURA — Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen mendorong agar momen Hari Anak Nasional (HAN) tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan penggerak nyata pembangunan anak di Papua. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor menjadi kunci untuk menjawab tantangan yang ada.
Data Kasus Kekerasan Anak: 17 Korban di Bawah 18 Tahun
Kepala DP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, mengungkapkan data terbaru dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total 32 kasus ditangani. Dari jumlah tersebut, 17 kasus merupakan kekerasan terhadap anak dengan korban berusia 0 hingga sebelum 18 tahun, sementara 15 kasus lainnya menyasar perempuan dewasa.
Integrasi Program Pusat dan Daerah Jadi Prioritas
Aryoko mengatakan pihaknya terus mengintegrasikan berbagai program layanan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Integrasi ini diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
"Pembangunan lingkungan ramah anak membutuhkan kerja sama dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, layanan sosial, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung tumbuh kembang anak," ujar Aryoko usai menghadiri kegiatan HAN di Kantor Gubernur Papua, Kamis.
Komitmen Pimpinan Daerah Jadi Penentu Keberhasilan
Wagub menambahkan, keberhasilan pembangunan ramah anak sangat bergantung pada komitmen pimpinan daerah. Komitmen itu harus diterjemahkan oleh seluruh organisasi perangkat daerah dalam bentuk program dan kegiatan yang terintegrasi.
"Berbagai program pelayanan kepada masyarakat, termasuk kegiatan yang telah dilaksanakan di lingkungan Kantor Gubernur Papua, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan anak," katanya lagi.