Pencarian

Outernet Ubah Postingan Tersimpan di Medsos Jadi Daftar Aktivitas Offline

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:17:01 WIB
Outernet Ubah Postingan Tersimpan di Medsos Jadi Daftar Aktivitas Offline
Warga mengakses aplikasi Outernet yang mengubah postingan tersimpan di media sosial menjadi daftar aktivitas offline.

PAPUA — Jakarta — Kebiasaan menyimpan postingan TikTok atau Instagram tentang kafe, acara komunitas, atau tempat wisata seringkali berakhir tanpa tindak lanjut. Outernet hadir untuk menutup celah tersebut dengan menjadi semacam "mesin motivasi" yang mendorong penggunanya benar-benar keluar rumah dan mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Danielle Egan dan Athena Leong, duo di balik Pursuit, permainan berburu harta karun berskala kota di San Francisco yang diadakan setiap tahun. Pada edisi terbarunya, Pursuit berhasil menarik partisipasi sekitar 1,5 persen dari total populasi San Francisco.

Cara Kerja dan Fitur Utama

Mekanisme utama Outernet sederhana. Pengguna cukup membagikan tautan dari aplikasi sumber seperti TikTok atau Instagram ke Outernet. Alternatifnya, tautan situs web, URL media sosial, atau foto pamflet juga bisa diunggah langsung ke aplikasi.

Setelah konten masuk, kecerdasan buatan (AI) di dalam aplikasi akan bekerja mengekstrak informasi penting. Data seperti tanggal, waktu, lokasi, dan detail acara akan diatur secara otomatis. Acara terjadwal tersimpan dalam tampilan kronologis, sementara tempat tanpa jadwal spesifik dipisahkan ke dalam tab tersendiri.

Outernet juga terintegrasi dengan Apple Calendar dan Google Calendar. Fitur peta internal membantu pengguna memvisualisasikan lokasi yang ingin dikunjungi. Aplikasi ini juga mengirimkan notifikasi proaktif sebagai pengingat agar pengguna tidak melewatkan acara yang sudah direncanakan.

Fitur Paspor Aktivitas dan Gamifikasi

Salah satu pembeda Outernet adalah fitur "stempel" digital. Setelah mengunjungi lokasi yang tersimpan, pengguna dapat menandainya sebagai selesai. Aktivitas yang sudah diverifikasi ini akan terkumpul dan membentuk semacam buku paspor pribadi yang merekam jejak eksplorasi.

"Kami sedang memikirkan berbagai cara untuk membuat semacam buku paspor di mana Anda bisa melihat semua hal yang sudah dilakukan dan membagikannya dengan teman," ujar Egan kepada TechCrunch. Ke depannya, rencana pengembangan mencakup elemen gamifikasi, seperti pemberian stempel khusus saat pengguna mencapai pencapaian tertentu.

Latar Belakang dan Target Pengguna

Ide Outernet lahir dari pengamatan langsung terhadap peserta Pursuit. Egan dan Leong menemukan bahwa motivasi utama peserta bukanlah kecintaan pada permainan petualangan, melainkan kebutuhan akan alasan untuk keluar rumah dan beraktivitas.

"Kami menyadari orang-orang punya ketertarikan besar untuk melakukan sesuatu, seperti pergi berpetualang. Ini tren baru," kata Leong, yang memiliki latar belakang ilmu komputer dan desain game petualangan.

Egan, yang sebelumnya bekerja di LinkedIn, menambahkan bahwa Outernet juga menjadi jembatan bagi penyelenggara acara komunitas. "Banyak penyelenggara komunitas hebat yang kesulitan menjangkau audiens karena pemasaran adalah keahlian yang berbeda. Kami melihat diri kami sebagai penghubung," jelasnya.

Outernet saat ini masih menggunakan sistem undangan (invite code) untuk pengguna baru. Aplikasi ini tersedia untuk perangkat iOS dan Android, menargetkan pengguna yang aktif di media sosial namun ingin mengurangi kebiasaan menunda aktivitas nyata.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks