Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Papua, menyalurkan bantuan 150 rak telur ayam lokal untuk mendukung percepatan penanganan stunting di Distrik Waibu. Bantuan tahap awal ini dibagi ke dua fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Waibu dan Puskesmas Kanda, sebagai bagian dari intervensi gizi bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
JAYAPURA — Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menetapkan Distrik Waibu sebagai lokasi khusus (lokus) percepatan penurunan stunting. Penetapan ini menjadi dasar penyaluran bantuan telur ayam lokal yang dilakukan secara bertahap kepada keluarga penerima manfaat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Jayapura, Adorsina Wompere, menyampaikan bahwa bantuan tahap pertama berjumlah 150 rak telur ayam lokal. Jumlah tersebut dialokasikan untuk dua puskesmas yang membawahi wilayah Distrik Waibu.
"Kami menyalurkan bantuan secara bertahap dan saat ini sebanyak 150 rak telur ayam lokal," kata Adorsina Wompere dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Selasa.
Asupan Protein untuk Pemulihan Gizi Anak
Telur ayam lokal dipilih karena kandungan proteinnya yang tinggi dan mudah diperoleh masyarakat setempat. Pihak dinas berharap intervensi ini dapat mempercepat proses pemulihan gizi anak-anak yang masuk kategori stunting di wilayah tersebut.
"Kami berharap asupan protein dari telur ayam lokal dapat membantu mempercepat proses pemulihan gizi anak yang terindikasi stunting di Distrik Waibu," ujar Adorsina Wompere.
Distribusi Menyasar Empat Kampung
Ahli Gizi Puskesmas Waibu, Famelia Rahma Winta, menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari pemerintah daerah. Pihaknya kini menyiapkan mekanisme distribusi agar bantuan tepat sasaran sesuai data penerima yang telah diverifikasi.
"Bantuan ini akan kami distribusikan ke empat kampung yang ada di Distrik Waibu agar tepat sasaran dan sesuai data penerima," kata Famelia Rahma Winta.
Distribusi dilakukan berdasarkan pendataan anak yang telah dilakukan petugas kesehatan di masing-masing kampung. Prioritas diberikan kepada balita dan anak dengan kondisi gizi kurang yang membutuhkan tambahan asupan harian.
Program Berkelanjutan untuk Tekan Prevalensi Stunting
Famelia menambahkan bahwa keberlanjutan program menjadi kunci dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Jayapura. Pihaknya berharap penyaluran telur ayam lokal tidak berhenti pada tahap pertama ini.
"Program ini diharapkan tetap berlanjut ke depan sebagai upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Jayapura," tambahnya.
Pemilihan Distrik Waibu sebagai lokus penanganan stunting didasarkan pada data prevalensi yang dihimpun dinas terkait. Intervensi gizi berbasis pangan lokal ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan bantuan makanan olahan karena masyarakat dapat mengakses sumber protein secara mandiri.
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura juga membuka kemungkinan perluasan cakupan bantuan ke distrik lain setelah evaluasi tahap pertama selesai dilakukan. Evaluasi akan mencakup efektivitas program terhadap peningkatan status gizi anak di wilayah penerima manfaat.