PAPUA — Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Rombongan presiden tiba setelah menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.
Dalam rombongan yang sama, turut mendampingi Prabowo sepanjang penerbangan, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Komposisi menteri ekonomi yang ikut serta mengindikasikan agenda hilirisasi dan investasi menjadi muatan utama kunjungan kali ini.
Poros Pasifik yang Menghubungkan, Bukan Memisahkan
Inti kunjungan Prabowo ke Vladivostok bukan sekadar seremoni. Dalam pidatonya sebagai tamu kehormatan utama EEF ke-11, Prabowo menawarkan narasi yang berbeda tentang posisi geografis Indonesia dan Rusia. Ia menolak anggapan bahwa Samudra Pasifik menjadi pembatas, dan justru mendorong kawasan itu sebagai koridor ekonomi baru.
"Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap politik luar negeri Indonesia yang enggan terjebak dalam polarisasi blok negara maju. Prabowo secara eksplisit membidik kerja sama ekonomi dan konektivitas dengan kawasan Eurasia, alih-alih memperluas poros militer.
Dukungan Penuh Para Menteri di Garis Depan
Forum EEF ke-11 yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan ekonomi ini menjadi panggung bagi para menteri Indonesia untuk memperluas jaringan. Kehadiran Bahlil Lahadalia, misalnya, menjadi sinyal kuat bahwa sektor energi dan sumber daya mineral menjadi salah satu poin pembahasan dengan pihak Rusia.
Meski detail nota kesepahaman belum dirilis ke publik, pengiriman Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam rombongan yang sama mengindikasikan pembahasan mengenai tindak lanjut investasi di sektor hilirisasi mineral. Langkah ini sejalan dengan prioritas pemerintah yang tengah gencar menggenjot pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.
Peneguhan Status Mitra Kunci di Tengah Dinamika Global
Pertemuan bilateral Prabowo dengan Putin berlangsung di sela-sela forum. Dalam kesempatan itu, Putin secara terbuka menyebut Indonesia sebagai mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hubungan kedua negara telah melampaui sekadar hubungan dagang konvensional.
Kedatangan Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF ke-11 sendiri merupakan sebuah pencapaian diplomasi. Undangan semacam itu biasanya hanya diberikan kepada pemimpin negara yang dianggap memiliki pengaruh strategis. Posisi Indonesia yang selama ini konsisten menjalankan politik bebas aktif menjadi modal utama untuk tetap diterima di berbagai lingkaran kekuatan besar dunia.
Pasca-kunjungan, pekerjaan rumah bagi para menteri ekonomi yang ikut serta adalah menerjemahkan semangat politik tersebut menjadi kerja sama teknis yang terukur. Pertemuan tingkat menteri dan forum bisnis bilateral diperkirakan akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan untuk menjabarkan peluang investasi konkret antara kedua negara.