SURABAYA — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menegaskan bahwa kemitraan pendidikan menjadi fondasi penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Orientation Day di Western Sydney University Indonesia, didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, Kamis (20/8/2026).
“Hubungan yang terbangun melalui pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat ikatan antara Australia dan Indonesia,” ujar Brazier dalam keterangan pers yang diterima Jubi dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au.
Kuliah Umum di Universitas Airlangga dan Temu Alumni
Di sela kunjungannya, Brazier menyampaikan kuliah umum mengenai dinamika hubungan bilateral Australia-Indonesia di Universitas Airlangga. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi pojok #AussieBanget yang berada di kampus tersebut, sebuah ruang yang didedikasikan untuk informasi dan kolaborasi pendidikan.
Dubes Australia itu pun bertemu dengan sejumlah alumni Australia yang kini menjabat sebagai akademisi senior dan pimpinan perguruan tinggi di berbagai institusi di Indonesia. Pertemuan itu dinilai strategis untuk memperkuat jejaring profesional dan akademik antara kedua negara.
Ziarah ke Makam Gus Dur dan Dialog dengan Tokoh NU-Muhammadiyah
Agenda kunjungan berlanjut ke Jombang. Brazier melakukan perjalanan untuk bertemu dengan tokoh terkemuka serta alumni Australia dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Diskusi yang berlangsung fokus pada isu-isu strategis, termasuk upaya mempromosikan toleransi dan pemberdayaan generasi muda.
“Dengan bekerja sama dan mempererat hubungan antarmasyarakat, kita dapat semakin memperkuat persahabatan yang langgeng antara Australia dan Indonesia,” ucapnya, mengapresiasi pertukaran wawasan dengan para pemimpin komunitas tersebut.
Selama di Jombang, Brazier juga berziarah ke makam Presiden keempat RI, almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Ia hadir bersama Yenny Wahid dan KH. Abdul Hakim Machfudz, Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Penguatan Hubungan Antar-Masyarakat
Kunjungan ini menegaskan pendekatan Australia yang tidak hanya berfokus pada kerja sama pemerintahan, tetapi juga memperdalam hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact). Melalui pendidikan, dialog antaragama, dan silaturahmi dengan tokoh lokal, diharapkan ikatan bilateral semakin kokoh di tingkat akar rumput. (*)