PAPUA — Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Merapi, Semeru, Lewotolok, dan Lewotobi Laki-laki menunjukkan peningkatan aktivitas dalam waktu nyaris bersamaan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik: apakah erupsi di satu gunung bisa memicu gunung lain di sekitarnya?
Apa Kata Pakar Soal Fenomena Gunung Aktif Barengan?
Dr Eng Ir Mirzam Abdurrachman ST, MT, pakar vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menegaskan kejadian ini bukan anomali. Semua gunung api di Indonesia berada dalam jalur tektonik yang sama, yakni Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.
Konsekuensinya, aktivitas di satu gunung berpotensi memengaruhi gunung lain yang berada di jalur tersebut. Namun pengaruh ini tidak selalu terjadi dan bergantung pada kondisi dapur magma masing-masing gunung.
Kenapa Gempa Tektonik Bisa Picu Erupsi?
Ring of Fire juga merupakan kawasan dengan frekuensi gempa tektonik tinggi. Mirzam menjelaskan guncangan gempa bisa mengganggu keseimbangan dapur magma yang sudah jenuh, sehingga memicu erupsi lebih cepat dari perkiraan.
"Saat terjadi gempa tektonik, dapur magma bisa terguncang. Kalau dapur magmanya sudah penuh, bisa terjadi erupsi," ujar Mirzam kepada detikINET.
Dapur Magma yang Terhubung: Kunci Gunung 'Latah'
Fenomena gunung yang tampak 'latah' mengikuti gunung lain aktif, menurut Mirzam, bisa dijelaskan lewat koneksi dapur magma. Jika dua gunung berbagi sistem magma yang sama, aktivitas di satu gunung berpeluang merambat ke gunung lainnya.
Contohnya, Gunung Agung dan Gunung Batur di Bali memiliki dapur magma terhubung. Sebaliknya, Gunung Merapi dan Merbabu di Jawa Tengah yang lokasinya berdekatan justru punya dapur magma terpisah.
"Gunung Agung dan Gunung Batur dapur magmanya terhubung, jadi kalau yang satu aktif, yang lain bisa ikutan. Kalau Gunung Merapi dan Merbabu walau dekat, dapur magmanya nggak tersambung," pungkasnya.
Daftar Gunung yang Meningkatkan Aktivitas
Berdasarkan laporan terbaru, enam gunung menunjukkan aktivitas nyata dalam periode yang sama:
Gunung Anak Krakatau di Lampung erupsi, Gunung Lewotolok di Lembata NTT memuntahkan material, dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara mengeluarkan asap kawah. Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT menyemburkan asap putih, sementara Gunung Merapi di DI Yogyakarta mengalami gempa guguran dan Gunung Semeru di Jawa Timur ikut erupsi.
Masyarakat diminta tetap memantau informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk panduan mitigasi terbaru.