Pencarian

MoU 6G Indonesia-India: Riset Dimulai, Jaringan 5G Masih Dikebut

Rabu, 16 September 2026 • 17:51:31 WIB
MoU 6G Indonesia-India: Riset Dimulai, Jaringan 5G Masih Dikebut
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menandatangani MoU kerja sama telekomunikasi di Papua.

PAPUA — Indonesia dan India resmi menandatangani MoU kerja sama telekomunikasi yang menjajaki riset 6G, meski jaringan 4G dan 5G di dalam negeri belum tuntas merata. Kesepakatan lima tahun ini menyasar riset teknologi, pengembangan SDM, hingga komunikasi darurat bencana — bukan layanan yang bisa langsung dipakai konsumen. Komdigi menegaskan fokusnya masih penyiapan teknologi, bukan komersialisasi.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menandatangani nota kesepahaman di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi. Cakupan pembahasannya meliputi riset 4G dan 5G, penjajakan 6G, hingga teknologi masa depan seperti quantum technology dan komunikasi nirkabel mutakhir.

MoU ini berlaku lima tahun sejak penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua negara. Tidak ada angka investasi maupun target komersialisasi yang disebut dalam kerja sama tersebut.

Riset 6G, Bukan Layanan Siap Pakai

Pertanyaan soal siapa yang bakal memakai 6G belum mengarah ke pengguna smartphone dalam waktu dekat. Kerja sama ini masih berada pada tahap riset, pengembangan teknologi, peningkatan kemampuan SDM, dan penjajakan penerapan.

Artinya, belum ada layanan 6G yang langsung bisa dipakai konsumen. Yang disiapkan adalah teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan ketika generasi jaringan tersebut benar-benar dikembangkan.

Posisi ini masuk akal mengingat jaringan 4G dan 5G di Indonesia sendiri masih terus dibangun. Menjajaki 6G di level riset sambil merampungkan generasi sebelumnya adalah pendekatan yang lazim di banyak negara.

Akademisi hingga Industri Bisa Terlibat

Indonesia dan India membuka kerja sama bagi akademisi, peneliti, industri, serta perusahaan teknologi dan telekomunikasi. Bentuk keterlibatannya mencakup riset bersama, pengembangan proyek, pelatihan, hingga kerja sama bisnis.

  • Riset bersama antara lembaga penelitian kedua negara
  • Pengembangan proyek teknologi telekomunikasi
  • Pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM
  • Kerja sama bisnis antar perusahaan teknologi

Skema ini membuka peluang bagi kampus dan vendor lokal untuk terlibat sejak fase awal, bukan hanya sebagai pengguna teknologi jadi. Untuk industri dalam negeri, keterlibatan di tahap riset bisa jadi modal penting saat standar 6G mulai dibakukan global.

Komunikasi Darurat Bencana Jadi Salah Satu Fokus

Salah satu pembahasan dalam MoU ini adalah pemanfaatan 6G untuk komunikasi darurat menghadapi bencana. Kedua negara bakal mengeksplorasi sistem komunikasi yang bisa menjaga konektivitas ketika terjadi krisis atau bencana alam.

Bagi Indonesia, kebutuhan ini relevan. Wilayah rawan gempa dan bencana hidrometeorologi sering menghadapi masalah serupa: infrastruktur telekomunikasi lumpuh tepat saat paling dibutuhkan. Sistem komunikasi yang tahan gangguan jadi salah satu celah yang ingin dijawab lewat riset ini.

Indonesian-Indian Telco Dialogue Digelar Tiap Tahun

Untuk menjaga program tetap berjalan, kedua negara akan membentuk Indonesian-Indian Telco Dialogue yang digelar setiap tahun secara bergantian. Forum ini dipakai untuk mengevaluasi program, membahas kendala, dan menyusun kerja sama berikutnya.

Mekanisme evaluasi tahunan ini penting karena kerja sama riset lintas negara sering berhenti di penandatanganan dokumen. Dengan forum rutin, ada ruang untuk mengukur apakah program benar-benar berjalan atau hanya tersimpan di atas kertas.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Tidak ada angka investasi atau alokasi anggaran yang disebutkan dalam MoU
  • Belum jelas lembaga mana yang mengeksekusi riset di sisi Indonesia
  • Target waktu komersialisasi 6G tidak dibahas dalam kesepakatan ini
  • Kesiapan infrastruktur 5G dalam negeri masih jadi pekerjaan rumah terpisah

Untuk sekarang, 6G di Indonesia masih soal menyiapkan teknologinya terlebih dahulu, sebelum nantinya benar-benar bicara soal siapa yang bakal menggunakannya.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jagatreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks