PAPUA — Padam listrik serempak itu melanda Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Berdasarkan temuan awal tim di lapangan, gangguan dipicu oleh cuaca buruk yang menghantam infrastruktur transmisi di titik kritis.
Begitu laporan padam masuk, Darmawan mengaku langsung memobilisasi seluruh personel teknis ke lokasi. "Kami melakukan asesmen apakah ada kerusakan pada gardu induk dan sistem transmisi. Alhamdulillah, dalam waktu sekitar dua jam seluruh sistem bisa kami pulihkan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (22/6/2026).
Kementerian BUMN pun turun tangan memberi arahan. Darmawan menyebut pihaknya diminta terus mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera agar kejadian serupa tak terulang. Pulau Sumatera sendiri selama ini mengandalkan jaringan transmisi backbone yang membentang dari utara ke selatan, yang rawan terganggu jika satu titik putus.
Pemadaman yang berlangsung sekitar 120 menit itu langsung terasa di kehidupan sehari-hari. Di beberapa kota seperti Padang dan Pekanbaru, lampu jalan padam total, pompa bensin berhenti beroperasi, dan warga mengandalkan genset darurat. Stasiun kereta api di Sumatera Utara sempat terganggu, meski tak ada laporan kecelakaan akibat insiden ini.
PLN belum merinci jumlah pelanggan yang terdampak. Namun, dengan cakupan lima provinsi, angka kerugian ekonomi diperkirakan tidak kecil — mulai dari sektor industri kecil yang menghentikan produksi malam hari hingga rumah tangga yang kehilangan stok bahan makanan di lemari pendingin.
Ini bukan kali pertama Sumatera mengalami blackout massal. Pada Agustus 2022, pemadaman serupa terjadi selama lebih dari enam jam akibat gangguan di jaringan transmisi Sumatera-Bangka. Saat itu, Darmawan yang baru menjabat langsung memerintahkan audit sistem.
Sejak kejadian tersebut, PLN mengklaim telah menambah redundansi jaringan dan memperkuat sistem proteksi gardu induk. Namun, cuaca ekstrem yang kian sering terjadi — dipicu perubahan iklim — masih menjadi momok bagi keandalan listrik di wilayah rawan petir dan angin kencang seperti Sumatera.
Darmawan berjanji akan mengevaluasi titik-titik rawan transmisi dan mempercepat pemasangan sistem deteksi dini gangguan. "Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini menjadi pelajaran untuk terus meningkatkan keandalan," pungkasnya.