Pencarian

Petani Tebu Fiji Siaga Ancaman Kekeringan, Fenomena El Nino Diprediksi Mulai Mei 2026

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:28:12 WIB
Petani Tebu Fiji Siaga Ancaman Kekeringan, Fenomena El Nino Diprediksi Mulai Mei 2026
Petani tebu di Fiji bersiap menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino mulai Mei 2026.

JAYAPURA — Layanan Meteorologi Fiji (Fiji Met) resmi merilis peringatan dini terkait transisi iklim menuju El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di negara kepulauan tersebut. Berdasarkan laporan terbaru, kondisi curah hujan di bawah normal diprediksi akan melanda wilayah penanaman tebu sepanjang periode Mei hingga Agustus 2026.

Transisi Fase Netral Menuju El Nino pada Mei 2026

Laporan Prakiraan Curah Hujan Tebu menyebutkan bahwa El Nino–Southern Oscillation (ENSO) saat ini masih berada dalam fase netral. Namun, terdapat indikasi kuat terjadinya pergeseran cuaca yang cukup signifikan dalam waktu dekat, tepatnya pada periode Mei hingga Juli.

"Selama fenomena El Nino, Fiji kemungkinan akan mengalami curah hujan di bawah normal dan peningkatan risiko kondisi kekeringan," tulis pernyataan resmi Kantor Meteorologi Fiji sebagaimana dikutip dari laman Fiji Times, Minggu (10/5/2026).

Meskipun ancaman kekeringan mengintai, Fiji Met mencatat adanya efek keterlambatan (lag effect) dari fase La Nina yang baru saja berakhir. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah mungkin masih akan merasakan kondisi yang lebih basah atau hujan intensitas tinggi sebelum kekeringan benar-benar menetap di seluruh negeri.

Rincian Prediksi Curah Hujan di Wilayah Sabuk Tebu

Pemerintah setempat memberikan perhatian khusus pada daerah produktif tebu yang menjadi tulang punggung ekonomi. Berikut adalah rincian prakiraan curah hujan untuk periode mendatang:

  • Mei hingga Juli 2026: Wilayah Olosara hingga Tagitagi diprediksi hanya menerima curah hujan 25 mm sampai 50 mm. Sementara itu, kawasan Vatukoula hingga Penang dan Vanua Levu berkisar antara 50 mm hingga 100 mm.
  • Juni 2026: Intensitas hujan diperkirakan semakin merosot tajam. Wilayah Cuvu hingga Tavua diprediksi mengalami kekeringan dengan curah hujan hanya 0 mm sampai 25 mm.
  • Juli 2026: Kondisi serupa bertahan di Olosara hingga Tavua dengan curah hujan maksimal 25 mm. Kawasan Penang dan Dobuilevu diprediksi menerima 25 mm hingga 50 mm curah hujan.

Waspada Siklon Tropis di Luar Musim

Selain ancaman El Nino, otoritas meteorologi juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lain. Meski musim siklon tropis 2025–2026 segera berakhir, risiko munculnya badai di luar musim tetap harus diperhitungkan dalam langkah mitigasi.

Para petani dan masyarakat umum diminta melakukan langkah pencegahan dini untuk mengamankan stok air dan melindungi lahan pertanian. Langkah antisipasi ini dinilai krusial mengingat sektor perkebunan tebu sangat bergantung pada stabilitas pasokan air hujan untuk menjaga kualitas produksi nasional.

Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks