Pencarian

Penerimaan PAD Kendaraan Bermotor di Papua Capai 47 Persen dari Target Rp81 Miliar hingga Awal Juni 2026

Sabtu, 06 Juni 2026 • 12:21:01 WIB
Penerimaan PAD Kendaraan Bermotor di Papua Capai 47 Persen dari Target Rp81 Miliar hingga Awal Juni 2026
Penerimaan PAD kendaraan bermotor Papua capai Rp38,07 miliar hingga awal Juni 2026.

JAYAPURA — Capaian ini menunjukkan tren positif penerimaan daerah di tengah upaya optimalisasi pelayanan administrasi kendaraan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua menyebutkan pihaknya optimistis target tahunan dapat terlampaui jika momentum pembayaran pajak kendaraan tetap terjaga.

Rincian Capaian dan Sisa Target PAD Kendaraan Bermotor

Dari target Rp81 miliar yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua 2026, realisasi hingga awal Juni sudah menembus angka Rp38,07 miliar. Artinya, masih ada sekitar Rp42,93 miliar yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Bapenda Papua mencatat, mayoritas penerimaan berasal dari pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan dan bea balik nama kendaraan. Layanan Samsat keliling dan digitalisasi pembayaran turut mendorong partisipasi wajib pajak.

Strategi Pemprov Mengejar Sisa Target Pajak

Pemerintah Provinsi Papua tidak hanya mengandalkan pembayaran di kantor Samsat. Beberapa langkah telah disiapkan untuk menggenjot penerimaan hingga akhir tahun 2026.

  • Memperluas layanan Samsat keliling ke distrik-distrik di Jayapura dan sekitarnya.
  • Menggandeng PT Pos Indonesia untuk memudahkan pembayaran pajak di kampung-kampung.
  • Mengaktifkan kembali razia gabungan untuk menekan jumlah kendaraan yang menunggak pajak.

Kendala di Lapangan: Kesadaran Wajib Pajak dan Akses

Meski capaian tergolong positif, Bapenda Papua mengakui masih ada sejumlah tantangan. Kesadaran sebagian wajib pajak untuk membayar tepat waktu masih rendah, terutama di daerah pedalaman yang akses transportasinya terbatas.

“Kami terus melakukan sosialisasi ke distrik-distrik bahwa pajak kendaraan ini penting untuk pembangunan daerah. Namun, geografis Papua yang luas memang menjadi tantangan tersendiri,” ujar Kepala Bapenda Papua dalam keterangan resmi.

Selain itu, data kendaraan yang belum terintegrasi penuh antara kabupaten/kota juga kerap menghambat proses penagihan. Pemerintah provinsi berencana memperbarui sistem database kendaraan bermotor pada semester kedua 2026.

Proyeksi hingga Akhir Tahun 2026

Dengan sisa waktu sekitar tujuh bulan, Bapenda Papua menargetkan penerimaan PAD kendaraan bermotor bisa mencapai 100 persen atau bahkan melampaui target. Optimisme ini didasarkan pada pola pembayaran tahun sebelumnya yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun.

“Biasanya lonjakan terjadi pada November dan Desember karena wajib pajak ingin menghindari denda. Kami akan maksimalkan periode itu,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: fajarpapua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks