WAMENA — Prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY Pos Kout Karubaga tidak hanya menjalankan tugas keamanan di perbatasan. Dalam setiap patroli, mereka mengedepankan pendekatan kultural dengan metode 3S—senyum, sapa, dan salam—kepada warga di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara.
Danpos Karubaga Kapten Inf Didik Sugianto menegaskan bahwa nilai-nilai pergaulan ini menjadi modal utama agar kehadiran TNI diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. “Prajurit dalam melaksanakan patroli komsos, kami telah menanamkan nilai-nilai pergaulan yakni senyum, sapa dan salam supaya masyarakat dapat menerima kehadiran TNI dengan baik,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat.
Menyusuri Titik Strategis untuk Menyerap Aspirasi
Kegiatan komsos tidak dilakukan secara acak. Personel menyusuri sejumlah titik strategis di Kota Karubaga, mulai dari Pertigaan Bank Papua, Jalan Irian, hingga Perempatan Tugu Salib. Rute ini dipilih untuk menjangkau pusat aktivitas warga sekaligus memantau dinamika yang berkembang di lingkungan binaan.
Menurut Kapten Didik, pendekatan ini merupakan strategi untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa kehadiran satgas bukan hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga menjadi sahabat yang siap mendengarkan serta membantu mengatasi berbagai kesulitan yang mereka hadapi dan memberi rasa aman,” ujarnya.
Kepercayaan Warga Jadi Modal Utama Keamanan
Kapten Didik menambahkan, kepercayaan masyarakat adalah fondasi paling penting dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah rawan seperti perbatasan. Metode 3S dinilai efektif untuk memperkuat hubungan antara personel satgas dengan warga yang selama ini hidup berdampingan.
“Pendekatan humanis dengan metode 3S menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di wilayah Papua, terutama untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan personel satgas,” katanya.
Satgas Yonif 511/DY sendiri bertugas mengamankan wilayah perbatasan RI-Papua Nugini di wilayah Papua Pegunungan. Dengan pendekatan yang mengedepankan senyum, sapa, dan salam, diharapkan tugas pengamanan berjalan tanpa gesekan dan justru mempererat solidaritas antara TNI dan rakyat.