Pencarian

Bio Farma Diminta Produksi Vaksin Standar WHO, Modernisasi Pabrik Baru Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional

Senin, 15 Juni 2026 • 17:16:01 WIB
Bio Farma Diminta Produksi Vaksin Standar WHO, Modernisasi Pabrik Baru Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional
Bio Farma diharapkan memproduksi vaksin dengan standar WHO melalui modernisasi fasilitas.

PAPUA — Pemerintah menekankan agar Bio Farma tidak hanya berhenti pada standar nasional. Vaksin produksi BUMN farmasi itu harus diakui secara internasional, terutama untuk produk-produk strategis seperti vaksin polio dan HPV (Human Papillomavirus).

“Bio Farma perlu terus melakukan modernisasi agar mampu menghasilkan vaksin dengan teknologi terkini yang memenuhi standar WHO,” ujar Rachmat Pambudy dalam keterangan resmi, Senin.

Program Eliminasi Kanker Serviks Diperluas hingga 2030

Salah satu fokus utama yang mendapat dukungan penuh dari Bappenas adalah program eliminasi kanker serviks. Program ini sudah berjalan sejak 2016 melalui kerja sama Bio Farma dengan Kementerian Kesehatan dan mitra internasional.

Pada 2023, program tersebut resmi diperluas menjadi program nasional dan akan berlanjut hingga 2030. Salah satu kegiatannya adalah pemberian vaksin HPV bagi anak usia sekolah. Rachmat menegaskan, inisiatif ini merupakan amanat Presiden untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

“Intinya, kami mendukung program ini karena merupakan tugas dan amanat Presiden,” kata Kepala Bappenas.

Fasilitas Produksi Baru Diusulkan Jadi PSN

Untuk mendukung target tersebut, Bio Farma mengusulkan pembangunan fasilitas produksi vaksin baru. Proyek ini diusulkan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Tujuannya, menerapkan teknologi produksi yang lebih mutakhir dan memenuhi standar internasional.

Modernisasi fasilitas dinilai penting untuk menjaga ketahanan kesehatan Indonesia di masa depan. Rachmat mengingatkan, keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga kualitas pelaksanaan dan penyelesaiannya.

“Keberhasilan suatu Proyek Strategis Nasional tidak hanya ditentukan oleh perencanaannya, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan dan penyelesaiannya. Jadi, harus direncanakan dengan baik, dilakukan dengan baik, dan diselesaikan dengan baik,” ucap Menteri PPN.

Dengan adanya fasilitas baru, Bio Farma diharapkan mampu memperkuat kemandirian produksi vaksin dalam negeri. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan global di sektor kesehatan yang menuntut standar mutu tinggi dan teknologi terkini.

Bagikan
Sumber: m.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks