PAPUA — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat menyiapkan desa-desa di wilayahnya agar mampu beradaptasi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bukan hanya infrastruktur fisik, tata kelola digital menjadi prioritas utama. Tiga program inovasi akan dilaunching serentak pada 24 Juni 2026 mendatang.
Desa Cantik: Pelatihan Statistik untuk Aparatur Desa
Program pertama, Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), merupakan kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Aparatur desa akan dilatih mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data statistik secara mandiri. Tahap awal, pembinaan difokuskan pada tiga wilayah percontohan: Desa Giripurwa, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Kelurahan Petung.
"Aparatur desa tidak lagi meraba-raba dalam menyusun kebijakan," kata Asisten I Sekretariat Daerah PPU, Nicko Herlambang, Minggu (14/6/2026). Menurutnya, tata kelola data yang berkualitas adalah kunci agar pembangunan desa tepat sasaran dan efisien.
Desa Pedia dan Sekolah Inovasi: Kolaborasi dengan UGM
Dua program lainnya, Desa Pedia dan Sekolah Inovasi Desa, lahir dari kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program One Village One Innovation. Desa Pedia akan menjadi platform pengetahuan desa, sementara Sekolah Inovasi Desa bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
Nicko menegaskan digitalisasi dan kemandirian teknologi adalah harga mati bagi desa-desa di PPU. "Sebagai wilayah yang berada paling dekat dengan IKN, kita telah menjalankan berbagai program agar desa-desa di PPU dapat terhubung secara digital dan mampu mandiri dalam pemanfaatan teknologi digital," ujarnya.
Kepala BPS: Data Berkualitas Kunci Pembangunan Tepat Sasaran
Kepala BPS Kabupaten PPU, Suko, menambahkan bahwa gerakan ini senada dengan visi besar nasional. Tata kelola data yang baik akan memastikan program pembangunan desa tidak membuang anggaran. "Luar biasanya, gerakan dari beranda IKN ini juga senada dengan visi besar nasional," kata Suko.
Pemkab PPU tidak ingin wilayahnya hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan IKN. Dengan berbatasan langsung dengan pusat pemerintahan baru, akselerasi ekosistem digital dinilai sebagai langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan.