JAYAPURA — Sebanyak 60 perangkat internet satelit Starlink resmi berpindah tangan dari Pemerintah Provinsi Papua ke Pemerintah Kabupaten Jayapura. Proses hibah ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada Senin (6/7) lalu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, mengatakan dokumen hibah ditandatangani bersama Bupati Jayapura Yunus Wonda. "Ini menjadi dasar hukum pemanfaatan barang milik daerah agar dapat digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Jeri di Jayapura, Selasa.
Koneksi Satelit untuk Wilayah Tanpa Sinyal
Perangkat Starlink beserta perlengkapan pendukungnya akan ditempatkan di 60 lokasi yang membutuhkan layanan internet. Prioritas diberikan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi dan akses komunikasi digital.
"Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Papua dalam memperluas konektivitas digital," ujar Jeri. Ia berharap layanan internet berbasis satelit ini mampu memberikan akses yang lebih merata dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Dukungan untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Pemerintahan
Kehadiran Starlink di Kabupaten Jayapura tidak sekadar untuk akses internet umum. Jeri menjelaskan, perangkat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan komunikasi pemerintahan hingga ke wilayah terpencil.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang sulit dijangkau, layanan kesehatan di puskesmas terpencil, serta koordinasi pemerintahan antar-kampung disebut sebagai sektor yang paling diuntungkan. "Ini langkah strategis mempercepat pembangunan infrastruktur digital sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah sebagai penopang pembangunan di Papua," tambah Jeri.
Sinergi Pemprov dan Pemkab untuk Optimalisasi
Pemerintah Provinsi Papua menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Dengan kerja sama yang erat, pemanfaatan 60 perangkat Starlink diharapkan berlangsung optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hibah ini menjadi salah satu upaya konkret mengatasi kesenjangan digital yang masih menjadi tantangan di wilayah timur Indonesia. Pemanfaatan teknologi satelit low-earth orbit seperti Starlink dinilai menjadi solusi cepat untuk menjangkau daerah pegunungan dan pedalaman yang selama ini tidak terlayani kabel serat optik.