PAPUA — Pameran otomotif GIIAS 2026 kembali menjadi agenda wajib bagi penggemar roda dua dan empat di Indonesia. Dengan puluhan peserta dan area yang membentang luas, kunjungan tanpa strategi kerap berujung pada kelelahan tanpa agenda inti terselesaikan. Beberapa persiapan sederhana bisa membuat perjalanan Anda jauh lebih efektif.
Beli Tiket Digital dan Pilih Hari Sepi agar Antrean Terhindarkan
Langkah pertama yang paling krusial adalah memesan tiket masuk secara daring melalui aplikasi atau situs resmi penyelenggara. Pembelian digital tidak hanya memangkas waktu antre di loket fisik, tetapi kerap membuka akses promo harga khusus yang tidak tersedia di lokasi.
Pemilihan waktu kunjungan juga tak kalah penting. Hari kerja atau jam awal pembukaan sangat disarankan untuk menghindari lautan pengunjung. Suasana yang longgar memberi ruang gerak lebih leluasa saat mengamati kendaraan atau berinteraksi dengan staf pameran.
Buat Daftar Incaran dan Unduh Denah Sebelum Berangkat
Daripada berjalan tanpa arah di antara aula raksasa, susun daftar merek atau model kendaraan yang menjadi target utama. Unduh denah digital pameran dari situs resmi GIIAS untuk menyusun rute terpendek antar stan. Energi Anda tidak akan habis hanya untuk berputar-putar mencari lokasi.
Bagi yang berniat menjajal langsung kendaraan impian lewat sesi test drive, pendaftaran awal adalah harga mati. Slot uji kendara biasanya cepat penuh, terutama pada jam sibuk. Jangan lupa membawa surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku sebagai syarat mutlak.
Pakaian Menyerap Keringat dan Sepatu Nyaman, Bukan Sekadar Gaya
Ribuan langkah kaki akan ditempuh selama mengitari setiap sudut pameran. Sepatu kets atau sepatu datar yang empuk menjadi investasi kenyamanan paling utama. Padukan dengan pakaian berbahan menyerap keringat agar tubuh tetap segar sepanjang hari.
Barang bawaan sebaiknya dipangkas seminimal mungkin. Cukup bawa telepon seluler dengan baterai penuh, bank daya (powerbank), dan kantong belanja ramah lingkungan. Ponsel akan digunakan untuk memotret produk, memindai kode QR brosur digital, hingga bertransaksi non-tunai. Sebuah tas punggung ringan akan memudahkan Anda menyimpan brosur fisik tanpa mengganggu pergerakan.