Pencarian

Haji Isam Akuisisi 10 Miliar Saham Bayan Resources Milik Low Tuck Kwong

Jumat, 18 September 2026 • 08:51:01 WIB
Haji Isam Akuisisi 10 Miliar Saham Bayan Resources Milik Low Tuck Kwong

PAPUAPT Jhonlin Baratama milik Haji Isam resmi menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengambil alih 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari pendiri perusahaan, Dato' Dr Low Tuck Kwong, dan anaknya, Elaine Low. Transaksi yang diteken 16 September 2026 ini berpotensi menjadi salah satu akuisisi terbesar di sektor batu bara nasional tahun ini. Jika tuntas, peta kepemilikan salah satu produsen batu bara terbesar Indonesia itu akan berubah signifikan.

Paragraf pembuka: Perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) antara Low Tuck Kwong dan Haji Isam diteken pada 16 September 2026. Laporan resmi atas transaksi ini disampaikan Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/9/2026). Jhonlin Baratama akan menggenggam 10.000.000.500 saham biasa Bayan setelah seluruh syarat pendahuluan terpenuhi.

Siapa yang Lepas dan Siapa yang Masuk

Berdasarkan data Shareholders Information per 31 Maret 2026, Low Tuck Kwong menguasai 13.406.921.870 saham atau setara 40,22 persen. Elaine Low memegang 7.333.833.700 saham (22,00 persen), sementara PT Sumber Suryadaya Prima memiliki 3.333.380.000 saham (10,00 persen). Publik atau masyarakat mengendalikan 9.259.199.430 saham atau 27,78 persen.

Dengan volume saham yang dialihkan mencapai 10 miliar lembar, komposisi pemegang saham Bayan dipastikan berubah drastis begitu transaksi rampung. Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, akan menjadi pemegang saham besar baru di emiten batu bara yang selama ini identik dengan keluarga Low.

Manajemen Bayan belum mengungkap syarat apa saja yang harus dipenuhi Jhonlin Baratama untuk merampungkan akuisisi. Namun Jenny menegaskan transaksi ini tidak akan mengganggu operasional, aspek hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Pertemuan Dua Taipan Batu Bara

Low Tuck Kwong dikenal sebagai salah satu orang terkaya Indonesia dengan kekayaan yang sebagian besar bersumber dari Bayan Resources. Haji Isam membangun kerajaan bisnisnya lewat Jhonlin Group yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, hingga logistik. Pertemuan keduanya di meja transaksi menandai konsolidasi baru di industri batu bara nasional.

Bayan Resources tercatat sebagai produsen batu bara peringkat lima teratas di Indonesia. Perusahaan menargetkan Proyek Tabang/Pakar mampu memproduksi lebih dari 60 juta ton per tahun pada 2026. Bayan Group juga dikenal sebagai perusahaan tambang pertama di Indonesia yang memanfaatkan through-seam blasting di tambang Wahana.

Infrastruktur dan Ambisi Produksi

Untuk mendukung target produksi, Bayan Group membangun sistem jalan pengangkutan batu bara atau overland conveyor sepanjang 101 kilometer. Jalur ini menghubungkan Proyek Tabang dengan fasilitas pemuatan tongkang Muara Pahu yang akan memiliki tiga unit pemuat tongkang.

Perusahaan juga mengoperasikan beberapa truk pengangkutan batu bara terbesar di Indonesia dengan kapasitas hingga 250 ton. Fleet Management System (FMS) diterapkan di lokasi tambang Tabang untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi operasi tongkang.

Infrastruktur lain mencakup Balikpapan Coal Terminal, Dermaga Perkasa dan Wahana, serta dua Floating Transfer Barge (KFT). Fasilitas-fasilitas ini mampu membongkar muatan, menimbun batu bara, dan memuat kapal pada kecepatan antara 3.000 hingga 8.000 ton per jam. Sebagian besar fasilitas juga dapat mencampur batu bara dari berbagai stockpile dan kualitas.

Jalan pengangkutan batu bara sepanjang 101 km itu disejajarkan dengan jalan umum sepanjang 85 km untuk meningkatkan akses masyarakat setempat. Langkah ini menunjukkan Bayan Group tidak hanya berfokus pada efisiensi operasi, tetapi juga pada dampak sosial di sekitar wilayah tambang.

Penutup: Jika seluruh syarat pendahuluan terpenuhi, akuisisi ini akan menempatkan Haji Isam sebagai pemegang saham signifikan di salah satu produsen batu bara berbiaya terendah di Indonesia. Pasar menanti apakah transaksi ini mengubah strategi ekspansi Bayan Resources ke depan atau justru memperkuat posisinya di tengah tekanan transisi energi global.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks