JAYAPURA — Lima kampung di Kabupaten Jayapura bakal menjadi percontohan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKLH Provinsi Papua, Yaconias Maitindom, menyatakan pendampingan intensif tengah dilakukan untuk memastikan warga setempat berdaya secara finansial tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Kampung Maruway, Armopa, Maribu, Sewan, dan Doyo Lama dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sumber daya alam yang bisa dikelola secara lestari.
Pelatihan Tata Kelola hingga Akses Pemasaran Produk Lokal
Yaconias menjelaskan, fokus utama program ini adalah pemanfaatan hasil hutan bukan kayu serta pengembangan komoditas unggulan lokal. Masyarakat tidak hanya diajak menjaga hutan, tetapi juga mengelola potensi ekonominya.
“Lewat kegiatan pendampingan ini, masyarakat setempat juga mendapatkan beragam pelatihan tata kelola usaha, edukasi konservasi lingkungan, hingga fasilitas pembuka akses pemasaran produk lokal agar semakin bernilai ekonomi tambah yang jauh lebih tinggi,” ujarnya di Jayapura, Kamis.
Pelatihan ini menjadi kunci agar produk yang dihasilkan warga tidak sekadar bahan mentah, tetapi memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program
Keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. DKLH Papua terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama para pemangku kepentingan untuk menjamin keberlanjutan seluruh aktivitas pembangunan berbasis hijau.
“Kami juga terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama para pemangku kepentingan guna menjamin keberlanjutan seluruh aktivitas pembangunan berbasis hijau di lima kampung prioritas tersebut secara komprehensif dan konsisten,” kata Yaconias.
Komitmen pemerintah daerah disebutnya penuh untuk mengawal masyarakat lokal agar bisa berdaya secara finansial. Prinsipnya, pembangunan ekonomi tidak boleh merusak ekosistem alam Papua yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Target: Model Percontohan bagi Kampung Lain di Papua
Lebih jauh, keberhasilan penerapan program di lima lokasi ini diproyeksikan menjadi model ideal yang bisa direplikasi oleh kampung-kampung lain di seluruh Provinsi Papua.
“Inisiatif strategis ini diharapkan juga mampu mendongkrak tingkat perekonomian warga secara berkesinambungan sekaligus menjaga kelestarian seluruh aset lingkungan hidup Papua bagi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang secara lestari dan seimbang di daerah,” jelasnya.
Dengan replikasi model ini, diharapkan pembangunan ekonomi di Papua tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan mengikuti satu pola yang terbukti ramah lingkungan dan mensejahterakan warga.