Pencarian

Pedagang Bendera Merah Putih di Mimika Mulai Raup Rezeki Jelang HUT ke-81 RI, Omzet Capai Puluhan Juta

Jumat, 31 Juli 2026 • 19:01:01 WIB
Pedagang Bendera Merah Putih di Mimika Mulai Raup Rezeki Jelang HUT ke-81 RI, Omzet Capai Puluhan Juta
Pedagang bendera Merah Putih di Mimika mulai meraup rezeki jelang HUT ke-81 RI, dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah.

MIMIKA — Dua pedagang musiman asal Jawa Barat, Gunawan dan Fauzi, memanfaatkan momen HUT ke-81 RI untuk meraup keuntungan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Meski pembeli belum ramai, keduanya optimistis omzet penjualan bendera Merah Putih akan meningkat signifikan pada pekan-pekan mendatang.

Gunawan, yang berjualan di Jalan Yos Sudarso, mengaku dagangannya mulai laku meski masih dalam jumlah kecil. "Alhamdulillah sudah (terjual) sedikit-sedikit lah, karena memang belum waktunya, ini kan baru mau masuk Agustus," ujarnya kepada seputarpapua.com, Jumat (31/7/2026).

Stok Bendera dari Jawa Barat untuk Pasar Mimika

Gunawan datang langsung dari Jawa Barat setiap tahun untuk berjualan di Mimika. Ia menjual berbagai ukuran bendera, mulai dari 90 cm hingga 180 cm, dengan harga Rp35.000 sampai Rp80.000. Selain bendera, ia juga membawa pernak-pernik seperti gantungan ketupat merah putih dan bendera kecil untuk spion motor.

Pedagang itu berharap imbauan Pemerintah Kabupaten Mimika agar warga mengibarkan bendera Merah Putih bisa mendongkrak penjualannya. "Mudah-mudahan bisa habis, karena kita datang langsung dari Jawa Barat, setiap tahun jualan (di Mimika), bendera, kan musiman toh," katanya.

Meski tahun lalu pembeli sepi, Gunawan mengaku tetap mengantongi omzet puluhan juta rupiah. "Tahun lalu agak sepi (pembeli), tapi tahun ini Insyaallah ramai," ungkapnya.

Harga Bendera di Timika Mulai Rp5.000 hingga Rp500.000

Senada dengan Gunawan, Fauzi yang berdagang di sebelah Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika juga mencatat penjualan yang masih lambat. Ia baru berjualan dua pekan terakhir dan mengaku hanya laku satu-dua bendera per hari.

"Karena belum memasuki Agustus jadi masih belum ramai, karena belum hari H (17 Agustus). Paling satu-dua bendera saja sehari, tapi kalau buat makan ada lah," ungkap pria yang mengaku sangat menyukai Persib Bandung ini.

Fauzi menjual bendera dengan rentang harga yang lebih lebar, dari Rp5.000 hingga Rp500.000, termasuk umbul-umbul untuk acara resmi. Seluruh barang dagangannya dibawa dari Bandung dan sebagian dari Sorong. "Harapannya tahun ini ramai," harapnya.

Fenomena pedagang musiman ini menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat kecil di daerah. Kedua pedagang tersebut akan terus berjualan hingga puncak perayaan 17 Agustus untuk mengejar target penjualan mereka.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: seputarpapua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks