Pencarian

Pemkab Nduga Tetapkan Status Tanggap Darurat Tiga Bulan, 10 Ton Beras Disalurkan ke Wilayah Terdampak Salju

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:29:01 WIB
Pemkab Nduga Tetapkan Status Tanggap Darurat Tiga Bulan, 10 Ton Beras Disalurkan ke Wilayah Terdampak Salju
Pemkab Nduga menetapkan status tanggap darurat selama tiga bulan untuk menangani dampak musim kemarau ekstrem di wilayah terdampak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga, Papua Pegunungan, resmi menetapkan status tanggap darurat selama tiga bulan terhitung sejak 26 Agustus 2026 untuk menangani dampak musim kemarau ekstrem yang memicu kekeringan dan gagal panen. Bupati Nduga Yoas Beon menyebut fenomena turunnya salju di sejumlah distrik telah memutus akses warga dan mengancam ketahanan pangan, sehingga pemerintah daerah mengerahkan tim terpadu untuk penanganan darurat.

WAMENA — Status tanggap darurat yang ditetapkan Pemkab Nduga berlaku hingga akhir November 2026. Penetapan ini diambil setelah musim kemarau yang berlangsung sejak April lalu menyebabkan kekeringan panjang dan fenomena salju turun yang menutupi sejumlah wilayah, khususnya di Distrik Wutpage dan Nenggeagin.

Bupati Nduga Yoas Beon di Wamena, Jumat, mengatakan langkah cepat ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya dampak krisis air bersih dan kelangkaan bahan pokok. "Kami pada tanggal 26 Agustus 2026 sudah mengambil langkah cepat menetapkan status tanggap darurat, sekaligus membuka posko dan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan," ujarnya.

Salju Tutup Dua Distrik, Bantuan 10 Ton Beras Tiba

Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati telah turun ke lokasi terparah di Distrik Wutpage dan Nenggeagin. Salju yang turun dilaporkan menutup hampir seluruh area pemukiman dan lahan warga di dua distrik tersebut.

Dalam kunjungan itu, pemerintah menyalurkan bantuan darurat sebanyak 10 ton beras bagi masyarakat yang terdampak. Bupati Yoas mengungkapkan antusiasme warga sangat tinggi menyambut kehadiran pemerintah di tengah isolasi akibat bencana alam ini.

Akses Jalan Darurat Kenyam–Mumugu Jadi Prioritas

Selain krisis pangan, Pemkab Nduga menyoroti melonjaknya harga bahan pokok di Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri. Wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Asman ini biasanya mengandalkan transportasi sungai, namun debit air kini menyusut drastis akibat kemarau.

"Khusus untuk wilayah (kampung) Mumugu harga bahan pokok dan bangunan saat ini sangat tinggi, karena debit air sungai yang biasa menjadi urat nadi transportasi mengering," jelas Bupati Yoas. Sebagai solusi, pemerintah membuka jalur darat baru dari ibu kota kabupaten, Kenyam, menuju Mumugu agar distribusi logistik dan air bersih bisa berjalan.

Warga Diminta Tetap Bertahan, Pemerintah Jamin Bantuan

Bupati Yoas secara tegas meminta masyarakat di Wutpage dan Nenggeagin untuk tidak mengungsi ke daerah lain. Pemerintah memastikan akan terus hadir memberikan pendampingan dan bantuan selama masa tanggap darurat berlangsung.

"Kami memastikan kehadiran pemerintah di tempat itu untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau, sehingga jangan mengungsi ke tempat lain," kata Bupati Nduga.

Sejumlah tim lapangan juga telah dibagi untuk menangani kebutuhan air bersih di ibu kota kabupaten Kenyam serta mendistribusikan bahan makanan. Dinas kesehatan dan dinas sosial turut dilibatkan dalam operasi kemanusiaan ini untuk memastikan layanan dasar tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks