Pencarian

Indosat Catat Pendapatan Rp45,8 Triliun pada Sembilan Bulan 2026, Laba Bersih Naik 37,2 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 • 11:16:31 WIB
Indosat Catat Pendapatan Rp45,8 Triliun pada Sembilan Bulan 2026, Laba Bersih Naik 37,2 Persen
Kinerja keuangan Indosat pada sembilan bulan pertama 2026 mencatat pendapatan Rp45,8 triliun dengan laba bersih naik 37,2 persen.

JAKARTA — EBITDA Indosat pada periode yang sama mencapai Rp21,1 triliun, menurut keterangan perusahaan yang dirilis Rabu (28/10/2026). Fondasi keuangan itu disebut menjadi modal untuk mengembangkan sumber pendapatan baru dan mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo.

Bisnis inti telekomunikasi masih menjadi penopang utama. Strategi personalisasi layanan berbasis AI mendorong pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) seluler gabungan naik 16,5 persen menjadi Rp46.000.

Trafik data juga meningkat 16 persen menjadi 14.829 petabyte. Peningkatan itu didukung pemanfaatan AI untuk memahami kebutuhan pelanggan, investasi jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan teknologi 5G.

Bisnis AI Cloud Tembus 50 Juta Dolar AS

Layanan Indosat AI Cloud mencatat pendapatan 50 juta dolar AS sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka itu naik dari 28 juta dolar AS pada seluruh 2025.

Indosat memproyeksikan pendapatan AI Cloud bisa menyentuh 100 juta dolar AS hingga akhir 2026. Proyeksi itu mencerminkan peluang bisnis dari meningkatnya kebutuhan komputasi AI dan layanan cloud.

Untuk mendukung ekspansi, perusahaan membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan serat optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Jaringan Serat Optik 86.000 Kilometer dan Ambisi Zankore

Melalui RAIA Grid, Indosat mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur itu menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan AI.

Perusahaan juga mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya lewat Zankore by Indosat. Ambisi jangka panjangnya mencapai kapasitas AI hingga satu gigawatt (GW).

Di sisi layanan korporasi, Indosat menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi itu memberi akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.

Layanan tersebut membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur. Indosat menyebut perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan dalam pengembangan bisnis AI tersebut.

Telekomunikasi Masih Jadi Fondasi, AI Sumber Pertumbuhan Baru

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama perusahaan dalam memperluas investasi dan mengembangkan layanan AI.

"Investasi AI Indosat mulai memberikan kontribusi komersial sekaligus membuka peluang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan solusi AI di Indonesia maupun pasar global," kata Vikram dalam keterangan perusahaan.

Perusahaan menyatakan tetap berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi jaringan dan spektrum untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bisnis konektivitas masih menjadi penopang utama. Layanan AI mulai dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi dan infrastruktur digital.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: reportasepapua.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks