JAYAPURA — Demam Piala Dunia 2026 mulai melanda Papua. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri memastikan tidak ada larangan bagi ASN untuk menikmati pertandingan dan mendukung tim favorit masing-masing. Namun, ia menegaskan kegemaran menonton sepak bola tidak boleh mengorbankan kewajiban sebagai aparatur sipil negara.
“Euforia Piala Dunia dengan tim atau negara kebanggaan kita boleh saja, namun tetap semangat untuk masuk kantor harus tetap terjaga,” tegas mantan Kapolda Papua itu dalam keterangannya, Kamis.
Tidak hanya kepada ASN, Fakhiri juga menyampaikan pesan khusus kepada para suporter dan pendukung negara peserta Piala Dunia. Ia mengimbau agar perayaan kemenangan tim favorit dilakukan secara positif dan bertanggung jawab.
“Buat fans negara Piala Dunia jangan ugal-ugalan di jalan saat konvoi karena berbahaya buat diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Menurut Fakhiri, semangat mendukung tim kebanggaan harus dibarengi dengan kesadaran menjaga ketertiban umum. Ia menilai perayaan yang aman dan tertib mencerminkan kedewasaan para suporter dalam menikmati pesta olahraga dunia tersebut.
Gubernur Papua memahami bahwa sepak bola memiliki daya tarik luar biasa dan mampu menyatukan berbagai kalangan. Meski banyak pertandingan berlangsung hingga larut malam atau dini hari, ia mengajak seluruh ASN untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk menikmati momentum Piala Dunia secara bijak tanpa mengabaikan disiplin kerja,” kata Fakhiri.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua mengungkapkan tim jagoannya untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan dukungannya kepada Tim Tango, Argentina.
Argentina menjadi salah satu favorit pecinta sepak bola dunia setelah tampil impresif dan berhasil meraih gelar juara dunia pada edisi sebelumnya. Meski memiliki tim unggulan sendiri, Fakhiri berharap seluruh masyarakat Papua dapat menikmati setiap pertandingan dengan semangat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan.