PAPUA — Duel dua kekuatan dari benua berbeda ini menyajikan narasi menarik. Brasil, pemegang gelar Piala Dunia terbanyak, datang dengan skuad penuh bintang di usia emas. Namun, Maroko bukan lawan sembarangan. Tim Singa Atlas datang dengan status semifinalis Piala Dunia 2022 dan finalis Piala Afrika 2025.
Carlo Ancelotti, pelatih gaek asal Italia, akan memimpin Brasil di Piala Dunia untuk pertama kalinya. Ia dikenal dengan pendekatan sederhana namun efektif. Ancelotti kerap memegang satu kunci strategi kunci dan biasanya ampuh membawa timnya meraih kemenangan.
Optimisme tinggi menyelimuti skuad Brasil. Dari lini depan hingga belakang, semua pemain punya nama besar dan berada di usia matang. Namun, tekanan langsung datang di laga pertama melawan tim yang sudah terbukti tangguh di turnamen besar.
Maroko datang dengan generasi emasnya. Achraf Hakimi dan kawan-kawan sudah menunjukkan kemampuan di Qatar 2022 dengan menembus semifinal. Mereka juga menjadi runner-up Piala Afrika 2025, membuktikan konsistensi performa di level tertinggi.
Sejumlah pihak meyakini Maroko bisa membuat kejutan. Debut Ancelotti di Piala Dunia sangat mungkin tercoreng jika Brasil lengah. Kecepatan serangan balik dan solidnya pertahanan Maroko menjadi ancaman serius bagi lini belakang Brasil.
Pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko akan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey. Kick-off dijadwalkan pada Sabtu (13/6) waktu Amerika Serikat atau Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB.
Stasiun televisi nasional TVRI akan menyiarkan langsung laga ini. Pertandingan juga bisa disaksikan melalui layanan live streaming bagi yang ingin menonton melalui perangkat seluler.
Tidak ada catatan head-to-head resmi yang dominan antara kedua tim di Piala Dunia. Namun, Maroko sudah membuktikan diri mampu mengalahkan tim-tim besar Eropa dan Amerika Selatan di turnamen sebelumnya. Brasil tetap diunggulkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman, tetapi Maroko punya modal kepercayaan diri tinggi.
Kunci pertandingan ada di lini tengah Brasil. Jika Ancelotti mampu mengendalikan tempo permainan dan mematikan kreativitas gelandang Maroko, peluang menang terbuka lebar. Namun, jika Maroko bermain disiplin dan memanfaatkan peluang, hasil imbang atau kejutan bukan hal mustahil.