SERUI — Operasi pencarian terhadap lima orang yang hilang di perairan Serui-Kabupaten Kepulauan Yapen menuju Waropen masih berlanjut hingga Senin (24/8/2026). Kepala SAR Basarnas Serui, Thommy M. Lewerissa, menyatakan timnya bergerak sejak pukul 07.00 WIT bersama personel Pos TNI AL, Kodim, dan Polairud.
Kelima korban berangkat dari kawasan Jembatan 3000, Kota Serui, sekitar pukul 05.00 WIT menggunakan speedboat bermesin ganda 15 PK. Mereka terdiri dari tiga anggota Polres Waropen dan dua warga sipil, yaitu Amsal Yowei (motoris), Malfin Yowei, Lamek Abon, Farel Raunsai, dan Melfin Maniani.
Informasi terakhir yang diterima Basarnas menyebut mesin speedboat mengalami kerusakan. Salah satu penumpang sempat berkomunikasi dengan keluarga dan pihak kepolisian pada sore hari, mengabarkan bahwa mereka hanyut di laut.
"Untuk koordinat posisi terakhir, kami belum mendapatkan titik yang pasti," kata Thommy dalam keterangannya, Senin.
Kondisi kabut tebal yang menyelimuti wilayah perairan disebut menyulitkan proses pencarian. Tim gabungan memfokuskan penyisiran dari belakang Pulau Nau ke arah timur berdasarkan perhitungan arah arus dan angin.
Upaya pencarian tidak hanya dilakukan dari sisi Kepulauan Yapen. Dari Kabupaten Waropen, dua unit speedboat milik tim gabungan Polairud juga dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Thommy mengaku timnya masih berpikir positif terhadap kondisi para korban. "Bisa saja korban selamat dan berteduh di suatu tempat karena mesin mengalami kerusakan," ujarnya.
Pencarian akan terus dilakukan hingga sore hari sebelum tim melakukan evaluasi untuk menentukan pola penyisiran berikutnya. "Kami berharap korban dapat ditemukan hari ini," tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis sebelum melaut. Thommy mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut untuk memastikan kondisi mesin, ketersediaan bahan bakar, serta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melaut untuk mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, mesin dan BBM. Bila perlu membawa alat GPS," kata Thommy.
Ia juga meminta warga mewaspadai potensi kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang akibat kebakaran di sejumlah wilayah Papua. Pos SAR Serui disebut tetap bersiaga menerima informasi terbaru terkait perkembangan operasi pencarian.