TNI AU Ungkap Penyebab Sukhoi Su-30 MK2 Tergelincir di Lanud Hasanuddin

Penulis: Yasir  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:50:01 WIB
Pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU keluar dari landasan pacu Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (24/8).

PAPUA — Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, membenarkan insiden tersebut terjadi pada Senin (24/8). Peristiwa berlangsung di landasan pacu Lanud Sultan Hasanuddin ketika pesawat jenis Sukhoi Su-30 MK2 tengah melaksanakan tahapan pemeriksaan simulasi lepas landas.

"Terjadi insiden dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat," ujar Nyoman dalam keterangan resminya, Senin (24/8).

Kendala Teknis Saat Pengereman

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pesawat mengalami kegagalan fungsi pada sistem hidrolik pengereman. Akibatnya, laju pesawat tidak dapat dikendalikan secara optimal saat proses pengereman di ujung landasan.

"Saat melaksanakan pengereman terjadi kendala teknis pada sistem pengereman tidak berfungsi secara maksimal yang berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan," jelas Nyoman.

Pesawat dan Awak Dipastikan Aman

Nyoman menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan struktural yang membahayakan dalam insiden ini. Seluruh personel yang terlibat dalam uji terbang dilaporkan selamat tanpa luka berarti.

"Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan dan disiapkan untuk melaksanakan tes berikutnya," katanya.

Prosedur Standar Uji Terbang Pasca Overhaul

Insiden ini menjadi perhatian karena uji terbang merupakan tahapan krusial setelah pesawat menjalani perawatan tingkat berat. Prosedur ini wajib dilalui untuk memastikan seluruh sistem berfungsi normal sebelum pesawat kembali bertugas.

Pesawat Sukhoi Su-30 MK2 merupakan salah satu andalan skuadron tempur TNI AU. Proses overhaul sendiri bertujuan memulihkan performa pesawat ke kondisi standar pabrikan, mencakup pemeriksaan menyeluruh pada struktur, mesin, dan sistem avionik.

Dengan ditariknya pesawat ke hanggar perawatan, TNI AU akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan akar permasalahan sistem pengereman dapat diatasi sebelum jadwal uji terbang berikutnya dilaksanakan.

Reporter: Yasir
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top