PAPUA — Selama Januari hingga April 2026, volume pelanggan kereta api di Divre 3 Palembang dan Divre 4 Tanjungkarang menunjukkan grafik menanjak. Salah satu yang paling menonjol adalah KA Rajabasa yang melayani 301.658 penumpang, naik 32,92 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 226.946 penumpang. Sementara itu, KA Kuala Stabas mencatat 246.555 pelanggan, bertambah dari 237.761 penumpang pada 2025.
Kenaikan ini, menurut KAI, menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas antarkota di Sumatera terus berkembang. Masyarakat mulai beralih ke kereta api sebagai transportasi publik dengan kapasitas angkut besar dan waktu perjalanan yang lebih terukur, terutama untuk rute jarak jauh dengan harga yang relatif terjangkau.
25 Unit Kereta Dikirim Bertahap via Laut
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penguatan sarana dilakukan secara bertahap agar kapasitas layanan dan keandalan operasional tetap terjaga. "Karena meningkatnya mobilitas masyarakat, kesiapan sarana perlu dipersiapkan secara bertahap," ujarnya.
Proses pengiriman dimulai dari loading sarana di Jakarta International Container Terminal (JICT), dilanjutkan transportasi laut menuju penyeberangan, hingga tiba di wilayah Rajabasa. Seluruh tahapan berlangsung dari Mei hingga Juni 2026. Armada yang dikirim terdiri dari kereta kelas ekonomi (K3), kereta makan (M1), dan kereta pembangkit (P) yang akan mendukung operasional penumpang di Sumbagsel.
Mengapa KAI Fokus ke Sumatera Sekarang?
Selama ini, layanan kereta api di Sumbagsel memang bisa dibilang minim. Namun, antusiasme masyarakat sebagai pengguna setia justru cukup besar. Jarak tempuh antar kota yang panjang, ditambah harga tiket yang terjangkau, menjadikan kereta api sebagai solusi transportasi utama di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.
KAI menilai, tren pertumbuhan ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal bahwa infrastruktur perkeretaapian di luar Jawa perlu diperkuat seiring pergeseran pola mobilitas masyarakat pasca-pandemi. Dengan tambahan 25 unit sarana baru, kapasitas angkut di lintas Sumatera diharapkan bisa mengimbangi lonjakan permintaan yang terus bergerak positif.
Ke depan, KAI akan terus memantau kebutuhan operasional di setiap wilayah. Sinkronisasi pengiriman sarana, persiapan jalur distribusi, dan koordinasi teknis pengangkutan akan terus dilakukan agar layanan kepada masyarakat tetap optimal.