PAPUA — Pencapaian tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (3/6/2026). Pertemuan dipimpin Komisaris Utama PHI Meidawati dan dihadiri jajaran direksi serta pemegang saham, termasuk perwakilan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku induk usaha.
Produksi Gas Juga Lampaui Target
Tak hanya minyak, produksi gas bumi PHI juga mencatatkan kinerja positif. Sepanjang 2025, rata-rata produksi gas mencapai 536,72 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101,34 persen dari target RKAP.
Direktur Utama PHI Sunaryanto menjelaskan, keberhasilan ini didorong oleh strategi investasi yang selektif dan inovasi operasional. "Pencapaian produksi dan lifting migas yang naik di tahun buku 2025 merupakan hasil dari selective investment, inovasi filling the gap serta optimasi baseline dan well intervention," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Cadangan Melonjak 193 Persen, Pengeboran 146 Sumur Baru
PHI juga berhasil menambah cadangan migas terbukti (1P) lebih dari 70 juta barel setara minyak. Angka ini mencapai lebih dari 193 persen dari target RKAP 2025 — sebuah lonjakan signifikan yang jarang terjadi di industri hulu migas.
Sepanjang tahun lalu, perusahaan menyelesaikan pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, serta 9.783 kegiatan well service. Aktivitas ini menjadi tulang punggung peningkatan cadangan di wilayah kerja Kalimantan.
Sunaryanto menegaskan, PHI terus mengalokasikan investasi pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. "Kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi perusahaan, serta komitmen PHE dan Pertamina untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia," jelas pria yang akrab disapa Anto itu.
32 Juta Jam Kerja Selamat, Emisi Karbon Terpangkas 215 Kiloton
Dari sisi keselamatan kerja, PHI mencatatkan nihil kecelakaan kerja (NoA) hingga Mei 2025. Total jam kerja selamat mencapai lebih dari 32 juta jam, dengan Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,14 — lebih rendah dari batas toleransi 0,19.
Di bidang lingkungan, perusahaan berhasil memangkas emisi karbon lebih dari 215 kiloton sepanjang 2025. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim yang dijalankan di seluruh wilayah operasi.
Kinerja Keuangan Sehat, Peringkat AA+ dengan Outlook Stabil
Auditor eksternal menyatakan laporan keuangan konsolidasi PHI telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Tingkat kesehatan perusahaan pada 2025 berada di peringkat AA+ (idn) dengan prospek stabil.
Meski capaian tahun lalu memuaskan, pemegang saham tetap mendorong PHI untuk terus memperkuat produksi pada 2026. Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng memberikan apresiasi atas kinerja perusahaan, terutama dalam pengendalian biaya operasional yang tetap berada di bawah target.
Dengan produksi yang melampaui target dan cadangan yang melonjak, PHI semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga pasokan energi nasional dari wilayah Kalimantan.