JAKARTA — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tak lagi hanya mengandalkan kaderisasi lewat diskusi dan aksi sosial. Organisasi ini kini membuka jalur pendidikan formal seluas-luasnya bagi anggotanya melalui kerja sama strategis dengan President University.
Ketua PP PMKRI, Susana Florika Marianti Kandaimu, menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar seremoni. “Program beasiswa ini adalah hasil komunikasi para pimpinan Cipayung Plus dengan pihak President University. Kami mengapresiasi komitmen President University yang membuka ruang kolaborasi dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda Indonesia melalui akses pendidikan lebih luas,” ujarnya dalam rilis yang diterima media.
Beasiswa S1 hingga S3 untuk Kader di Daerah, Termasuk Papua
Susana menjelaskan, program ini menyasar seluruh kader PMKRI di Indonesia tanpa terkecuali. Ia menyebut bahwa tantangan pembangunan ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas moral dan komitmen kebangsaan yang kuat.
“Kami selalu meyakini bahwa investasi terbaik organisasi adalah investasi pada kualitas kader. Karena itu, kesempatan beasiswa dari jenjang S1 hingga S3 harus menjadi momentum bagi kader PMKRI untuk terus meningkatkan kapasitas akademik, intelektual, serta profesionalnya,” kata Susana.
Pendidikan sebagai Instrumen Kepemimpinan Berkarakter
Dalam pandangan PMKRI, pendidikan adalah instrumen penting untuk membangun kepemimpinan yang berkarakter dan berwawasan global. Kerja sama ini diharapkan melahirkan lebih banyak kader yang mampu berkontribusi di bidang strategis, baik sebagai akademisi, profesional, birokrat, maupun pemimpin masyarakat.
“Pendidikan harus menjadi jalan untuk memperkuat pengabdian kepada gereja, bangsa, dan negara,” tambah Susana. Melalui MoU ini, PMKRI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan peluang pengembangan diri bagi kader sebagai bagian dari upaya mencetak pemimpin masa depan yang unggul, kritis, dan berdaya saing global.
Kerja sama ini juga menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kepemimpinan di masa mendatang.