Pencarian

Pemprov Papua Tengah Siapkan Aturan Bendung Serbuan Telur dari Luar Daerah, Targetkan Peternak Lokal Nabire Mampu Penuhi 1 Juta Butir

Rabu, 24 Juni 2026 • 12:28:01 WIB
Pemprov Papua Tengah Siapkan Aturan Bendung Serbuan Telur dari Luar Daerah, Targetkan Peternak Lokal Nabire Mampu Penuhi 1 Juta Butir
Peternak lokal Nabire diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telur sebanyak 1 juta butir.

NABIRE — Rencana pembatasan pasokan telur dari luar Papua Tengah ini merupakan respons atas masih rendahnya daya saing peternak lokal. Selama ini, telur yang beredar di pasar Nabire mayoritas didatangkan dari luar provinsi, membuat harga jual peternak lokal tertekan. Pemprov menilai situasi ini tidak sehat bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kebutuhan 1 Juta Butir Telur Jadi Target Pasar Peternak Lokal

Berdasarkan data BPS Nabire, konsumsi rumah tangga di daerah itu mencapai 1.062.000 butir per periode tertentu. Angka ini menjadi potensi pasar yang sangat besar bagi peternak ayam petelur lokal. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan masih dipenuhi oleh distributor dari luar Papua Tengah.

Peternak lokal kerap mengeluhkan sulitnya bersaing dengan harga telur impor daerah yang lebih murah. Biaya produksi yang tinggi, terutama untuk pakan dan distribusi, menjadi kendala klasik yang belum terselesaikan.

Pemprov Siapkan Instrumen Harga dan Kuota

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana menerapkan kuota masuk telur dari luar daerah dan menetapkan harga acuan di tingkat petani. Langkah ini ditempuh agar peternak lokal mendapatkan ruang pasar yang adil. Sejumlah dinas terkait saat ini tengah mematangkan regulasi yang akan dituangkan dalam Peraturan Gubernur.

Kebijakan ini juga akan didukung dengan program bantuan bibit ayam dan pakan murah bagi peternak binaan. Pemprov menargetkan dalam dua tahun ke depan, 70 persen kebutuhan telur di Nabire bisa dipasok dari peternak lokal.

Dampak Ekonomi: Peternak Bisa Naik Kelas

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Tengah menyebutkan bahwa kebijakan ini tidak hanya melindungi peternak, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Dengan adanya kepastian pasar, peternak kecil di kampung-kampung sekitar Nabire bisa meningkatkan skala usahanya.

“Kami ingin peternak lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Dengan perlindungan ini, mereka bisa naik kelas dari peternak skala rumah tangga menjadi usaha kecil menengah,” ujarnya dalam sebuah rapat koordinasi pekan lalu.

Fakta Singkat Kebutuhan Telur di Nabire

  • Total kebutuhan konsumsi rumah tangga: 1.062.000 butir per periode
  • Pasokan dari luar daerah: diperkirakan masih di atas 60 persen
  • Target swasembada Pemprov: 70 persen dipasok peternak lokal dalam 2 tahun

Rencana kebijakan ini masih dalam tahap finalisasi dan akan segera diuji publik. Pemprov Papua Tengah berharap aturan ini bisa menjadi model perlindungan peternak lokal di daerah lain di Tanah Papua. Langkah selanjutnya adalah sosialisasi ke distributor dan pelaku pasar di Nabire agar transisi berjalan mulus.

Bagikan
Sumber: radarpapua.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks