MANOKWARI — Foto almarhum Bambang, pelatih utama yang membentuk dan mendidik tim, diletakkan di area penampilan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya selama masa persiapan. “Itu foto yang dibawa adalah almarhum pelatih utama yang meninggal dunia dua minggu sebelum Pesparawi ini. Namun, puji Tuhan kami bisa mendapatkan pelatih baru yang melanjutkan perjuangan teman-teman,” ujar Judi Wanma usai penampilan.
Kolaborasi Musik Kei dan Biak Jadi Andalan
Kontingen Papua membawakan dua lagu dengan nuansa budaya lokal yang kuat. Lagu pertama mengangkat unsur musik dari Kepulauan Kei, sedangkan lagu kedua berasal dari tradisi budaya Biak.
Judi menjelaskan persiapan kategori MGN telah berlangsung selama satu tahun penuh. Intensitas latihan ditingkatkan secara signifikan dalam tiga bulan terakhir untuk mematangkan harmoni dan teknik vokal menuju kompetisi nasional.
Rasa Sukacita dan Duka dalam Satu Penampilan
Menurut Judi, penampilan para peserta memadukan rasa sukacita dan duka atas kepergian sosok pelatih yang telah membangun kemampuan tim. “Kami sangat berduka atas kepergian Mas Bambang selaku pelatih yang telah membangun dan mendidik tim ini,” katanya.
Meskipun ditinggal pelatih utama, semangat peserta tidak surut. Tim berhasil mendapatkan pelatih baru yang melanjutkan arahan dan materi latihan yang sudah dirancang sebelumnya.
Papua Ikuti Seluruh 12 Kategori, Biak Wakili Enam
Pada Pesparawi Nasional XIV, Provinsi Papua mengikuti seluruh 12 kategori yang diperlombakan. Kabupaten Biak Numfor dipercaya mewakili enam kategori dengan total 153 personel yang dikirim ke Manokwari.
Judi mengapresiasi panitia yang dinilainya berhasil menyelenggarakan ajang berskala nasional ini untuk pertama kalinya di tanah Papua. “Pesparawi Nasional XIV di Manokwari menjadi kehormatan bagi kami karena ini pertama kalinya dilaksanakan di tanah Papua. Ini juga menjadi tolak ukur bahwa kegiatan nasional dapat dilaksanakan dengan baik di Papua,” tuturnya.
Dukungan Orang Tua Angkat Dinilai Krusial
Judi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan panitia melalui penyediaan penginapan, transportasi, hingga pendampingan orang tua angkat. Menurutnya, kehadiran orang tua angkat sangat membantu kontingen Papua selama berada di Manokwari, mulai dari sesi latihan hingga pelaksanaan perlombaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh panitia atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan. Mulai dari penginapan, transportasi hingga dukungan orang tua angkat, semuanya berjalan dengan baik,” ucapnya.