Pencarian

Menteri Pertanian Amran Sebut Program Cetak Sawah di Merauke Dongkrak Pendapatan Petani hingga 300 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 • 14:12:01 WIB
Menteri Pertanian Amran Sebut Program Cetak Sawah di Merauke Dongkrak Pendapatan Petani hingga 300 Persen
Menteri Pertanian Amran meninjau langsung program cetak sawah rakyat di Merauke yang tingkatkan pendapatan petani hingga 300 persen.

MERAUKE — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat (CSR) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai menunjukkan hasil nyata. Pendapatan petani di wilayah itu melonjak hingga 300 persen dibandingkan sebelum program berjalan.

“Tadi disampaikan oleh Pak Bupati bahwa program cetak sawah dan alsintan sudah membuahkan hasil karena pendapatan petani naik 300 persen,” ujar Amran di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Sabtu (4/7/2026).

Petani Asli Daerah Kini Kuasai Teknologi Pertanian Modern

Amran mengaku takjub saat menyaksikan langsung petani asli putra daerah di Semangga mengoperasikan alat berat dan drone untuk pertanian. Menurutnya, hal ini membuktikan program mekanisasi pertanian berjalan efektif.

“Saya tadi lihat sendiri bagaimana petani asli putra daerah Semangga dan Merauke ini sudah bisa menerbangkan drone dan membawa traktor sendiri,” tambahnya.

Target Produksi: 7 Ton per Hektare dengan Potensi Pendapatan Triliunan Rupiah

Amran menyebutkan, dengan asumsi luas lahan cetak sawah mencapai 100.000 hektare (ha) yang bisa ditanami tiga kali setahun, potensi pendapatan petani ke depan bisa menembus angka triliunan rupiah. Produktivitas sawah meningkat dari rata-rata 3 ton gabah per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare.

“Potensinya bisa Rp13 triliun dengan catatan tiga kali tanam dan produksi 7 ton. Dulu produksinya 3 ton, sekarang antara 4 hingga 7 ton per hektare,” ujar Mentan.

Pemerintah Pastikan Lahan Cetak Sawah Milik Rakyat Papua Selatan

Mentan Amran kembali menegaskan bahwa seluruh lahan cetak sawah di Merauke merupakan milik rakyat dan putra daerah Papua Selatan. Hal yang sama berlaku untuk program cetak sawah lain di wilayah Papua.

Ilyas, petani asal Kampung Urumb, Distrik Semangga, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian atas program ini. “Impian saya sudah tercapai hari ini, saya ucapkan terima kasih ke Presiden, Mentan, dan semuanya,” ujarnya.

Cetak Sawah Merauke: Dari Program MIFEE Hingga Akselerasi 2025-2026

Program cetak sawah di Kabupaten Merauke merupakan proyek strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Gagasan pengembangan Merauke sebagai lumbung pangan sebenarnya sudah muncul sejak era MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) pada 2010, namun implementasi skala besar baru dipercepat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pada November 2024, Presiden bersama Mentan meninjau lokasi pengembangan sawah baru di Distrik Wanam. Pemerintah menargetkan pengembangan lahan hingga sekitar 1 juta hektare dalam jangka panjang, dimulai dari kawasan Wanam dan sekitarnya.

Realisasi 80.000 Hektare Hingga 2026

Tahap awal pemerintah menyelesaikan program optimalisasi lahan (oplah) sekitar 40.000 hektare di Merauke. Dari luasan tersebut, 35.000 hektare telah ditanami dan 5.000 hektare masih dalam pengolahan pada akhir 2024.

Memasuki 2025, proyek cetak sawah memasuki konstruksi skala besar dengan target 30.000 hektare sawah baru di Papua, mayoritas di Merauke. Hingga Juni 2026, Menteri Pertanian menyatakan realisasi luas cetak sawah di Papua mencapai sekitar 80.000 hektare, terdiri dari 30.000 hektare yang dibangun pada 2025 dan tambahan 50.000 hektare sepanjang 2026.

Pemerintah menargetkan produktivitas sawah baru naik dari 3 ton menjadi 5-7 ton per hektare melalui varietas unggul, mekanisasi, irigasi, dan teknologi budidaya modern. Kementerian Pertanian juga telah membangun demplot pertanian modern, jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta menyalurkan traktor, rice transplanter, combine harvester, dan pompa air.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bataviapos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks