Pencarian

Umat Katolik Intan Jaya Pawai Keliling Sugapa, Peringati 74 Tahun Injil Masuk Kemandoga dan Dugindoga

Senin, 19 Oktober 2026 • 11:16:32 WIB
Umat Katolik Intan Jaya Pawai Keliling Sugapa, Peringati 74 Tahun Injil Masuk Kemandoga dan Dugindoga
Umat Katolik Intan Jaya mengikuti pawai keliling Sugapa untuk memperingati 74 tahun masuknya Injil di Kemandoga dan Dugindoga.

SUGAPA — Perarakan dimulai dari Bandara Bilogai setelah umat menjemput Pastor Paroki Santo Mikael Bilogai sekaligus Dekan Dekenat Moni–Puncak Jaya, P. Yanuarius Yance W. Yogi, Pr. Rombongan kemudian menuju halaman Gereja Santo Mikael Bilogai sebelum melanjutkan pawai mengelilingi ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

Sepanjang perjalanan, peserta melantunkan nyanyian rohani dan berdoa. Panitia mengingatkan umat agar menjaga ketertiban selama perarakan berlangsung.

Doa Pembukaan dan Penghormatan bagi Pastor Missael Kammarer

Sebelum kegiatan dimulai, Pastor Yanuarius memimpin doa pembukaan. Ia memohon penyertaan Roh Kudus bagi seluruh umat serta bimbingan agar masyarakat tetap menghargai jasa para pendahulu yang telah menerima dan mewartakan Injil.

"Kami mohon, utuslah Roh Kudus-Mu kepada kami semua, umat di tanah ini. Juga tuntunan dan bimbingan dari orang-orang yang berjasa di tempat dan tanah ini, terutama Pastor Missael Kammarer, para misionaris, orang tua, dan leluhur yang telah menjaga dan menerima terang di tanah ini," demikian doa yang disampaikan Pastor Yanuarius.

Peringatan tahun ini secara khusus mengenang karya misi Pastor Missael Kammarer, OFM, yang menjadi bagian penting dalam sejarah masuknya Injil di Kemandoga dan Dugindoga. Bagi umat setempat, perjalanan itu bukan sekadar catatan sejarah Gereja Katolik, melainkan warisan iman yang diteruskan dari generasi ke generasi.

"Ini Pesta Iman, Bukan Pesta Adat dan Budaya"

Koordinator perlengkapan, Missael Sondegau, menegaskan pentingnya menjaga suasana rohani selama perarakan. Ia meminta umat berjalan dalam doa dan nyanyian, bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial.

"Kami minta dan harapkan agar tolong jaga keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan. Mohon umat pawai dan berjalan dalam doa dan nyanyian rohani. Ini pesta iman di daerah ini, bukan pesta adat dan budaya," ujarnya.

Menurut panitia, keterlibatan umat diharapkan memperkuat penghayatan iman sekaligus mendorong tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan menggereja.

Perubahan Rohani yang Dibawa Para Misionaris

Panitia lain, Yulius Sondegau, S.IP, menyebut kehadiran para misionaris membawa perubahan penting bagi kehidupan rohani masyarakat di wilayah tersebut. Ia menunjuk peran Pastor Missael sebagai pembawa terang bagi umat di Dugindoga, Kemandoga, dan seluruh suku di Intan Jaya.

"Misionaris, terutama Pastor Missael, membawa terang untuk kita umat yang ada di Dugindoga, Kemandoga, terutama semua suku yang ada di Intan Jaya ini," kata Yulius.

Ia mengajak seluruh umat Kristen dan Katolik bergabung dalam perayaan puncak. "Mari kita bergabung semua," ujarnya.

Antarsuku dan Antarparoki dalam Satu Perarakan

Pawai di Sugapa mempertemukan umat dari berbagai paroki dalam satu barisan doa. Di tengah tantangan keamanan yang kerap dihadapi wilayah Intan Jaya, kebersamaan itu dinilai penting sebagai pengingat akan kasih, pengampunan, dan penghormatan terhadap sesama.

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan tahunan. Panitia mendorong agar warisan para misionaris, pastor, suster, orang tua, dan leluhur diwujudkan melalui pelayanan, kepedulian sosial, serta kehidupan bermasyarakat yang saling menghormati.

Agenda Puncak dan Bakar Batu pada 19 Oktober

Perayaan puncak 74 tahun masuknya Injil di Kemandoga dan Dugindoga digelar Minggu (18/10/2026). Agenda itu sekaligus menandai peringatan 10 tahun imamat P. Yanuarius Yance W. Yogi, Pr.

Sehari kemudian, Senin (19/10/2026), umat dijadwalkan mengikuti bakar batu dan makan bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat persaudaraan.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nabire.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks