MAMBERAMO RAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk berusia 25 tahun ke atas di Kabupaten Mamberamo Raya hanya 6,74 tahun pada 2025. Capaian ini setara dengan jenjang kelas 6 SD dan menjadi yang terendah di Provinsi Papua.
Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata RLS Provinsi Papua yang mencapai 10,01 tahun. Bahkan, jika dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 9,07 tahun, kondisi pendidikan di Mamberamo Raya masih tertinggal signifikan.
Perbandingan dengan Daerah Lain
Dari sembilan kabupaten/kota di Papua, Kota Jayapura mencatat RLS tertinggi, yakni 12,08 tahun atau setara diploma. Disusul Kabupaten Jayapura (10,77 tahun) dan Biak Numfor (10,69 tahun). Sementara Kabupaten Kepulauan Yapen dan Sarmi masing-masing mencatat 9,8 tahun dan 9,79 tahun.
Mamberamo Raya berada di posisi paling buncit. Kesenjangan dengan Kota Jayapura mencapai 5,34 tahun — artinya, rata-rata warga Jayapura bersekolah lebih dari lima tahun lebih lama dibanding warga Mamberamo Raya.
Ada Perbaikan, tapi Masih Lambat
Meski masih rendah, RLS Mamberamo Raya menunjukkan tren positif. Dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,49 tahun, angka ini naik 0,25 tahun atau 3,85 persen. Dalam lima tahun terakhir, RLS daerah itu meningkat 1,08 tahun atau 19,08 persen.
Namun, laju perbaikan itu belum mampu mengejar ketertinggalan struktural. Akses pendidikan di wilayah pedalaman Papua masih terkendala infrastruktur, distribusi guru, dan keterbatasan fasilitas sekolah.
Data ini menjadi potret nyata tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia Timur. Tanpa intervensi kebijakan yang lebih masif, kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedalaman diprediksi masih akan melebar.