JAYAPURA — Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale hanya butuh dua hari untuk merampungkan susunan kabinetnya setelah terpilih melalui pemungutan suara rahasia di parlemen, Jumat (15/5/2026). Pelantikan kelompok menteri pertama digelar Sabtu (16/5/2026) dan disusul kelompok kedua pada Minggu (17/5/2026) di Gedung Pemerintah, Honiara.
Wale, politikus Partai Demokrat Kepulauan Solomon yang kini berusia 57 tahun, mengatakan pemerintahannya sudah siap bekerja. “Kami semua sangat percaya diri karena kami ingin melayani negara,” ujarnya kepada wartawan usai pelantikan gelombang pertama, seperti dikutip Jubi dari RNZ Pasifik, Senin (18/5/2026).
Dua Mantan Perdana Menteri Duduki Kursi Strategis
Dalam kabinet baru ini, posisi Menteri Keuangan dan Perbendaharaan dipercayakan kepada Gordon Darcy Lilo, yang pernah menjabat Perdana Menteri pada 2011–2014. Sementara itu, kursi Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri diisi Rick Nelson Houenipwela, mantan Gubernur Bank Sentral Kepulauan Solomon (CBSI) selama 15 tahun yang juga pernah memimpin pemerintahan koalisi pada 2017–2019.
Rick Hou, sapaan akrabnya, mewakili Daerah Pemilihan Malaita Kecil. Sebelum masuk politik nasional pada 2010, ia pernah menjadi penasihat senior Bank Dunia.
Putra Tokoh Kemerdekaan Masuk Kabinet
Peter Kenilorea Junior, putra dari mantan Perdana Menteri pertama Kepulauan Solomon yang juga tokoh pejuang kemerdekaan, Peter Kenilorea, ditunjuk sebagai Menteri Perencanaan Nasional dan Koordinasi Pembangunan. Ini menjadi posisi penting dalam perencanaan pembangunan negara kepulauan Pasifik tersebut.
Wakil PM Rangkap Jabatan
Francis Sade diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pelayanan Publik. Sade akan menjadi tangan kanan Wale dalam mengawal program-program pemerintahan yang tersisa dua tahun hingga pemilihan umum berikutnya.
Komitmen Pemerintahan yang Terbuka
Ketika ditanya bagaimana ia akan menjaga koalisi tetap solid, Wale menekankan pendekatan transparan. “Ketika ada masalah, kami melakukan percakapan terbuka. Kami tidak ingin ada kesepakatan rahasia, kami tidak menginginkan kepentingan bisnis asing dari luar,” tegasnya.
“Kami menginginkan pemerintah Kepulauan Solomon berpihak kepada rakyat Kepulauan Solomon dan untuk kepentingan nasional,” imbuh Wale.
24 Menteri Langsung Tancap Gas
Seluruh anggota kabinet yang terdiri dari 24 orang langsung menjalankan tugas tanpa masa transisi. Berikut sejumlah menteri kunci lainnya dalam kabinet Wale:
- Ricky Fuo'o – Menteri Pembangunan Infrastruktur
- Harry Kuma – Menteri Perdagangan, Industri, Tenaga Kerja, dan Imigrasi
- John Maneniaru – Menteri Urusan Perempuan, Pemuda, Anak-anak dan Keluarga
- Wayne Ghemu – Menteri Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim, Manajemen Bencana, dan Meteorologi
- John Tuhaika Junior – Menteri Kepolisian, Keamanan Nasional, dan Layanan Pemasyarakatan
- Morris Toiraena – Menteri Kesehatan dan Pelayanan Medis
- Stephen Kumi – Menteri Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pembentukan kabinet ini menandai langkah terakhir transisi pemerintahan setelah Wale memenangkan kursi perdana menteri. Dengan sisa masa jabatan dua tahun, publik Kepulauan Solomon menanti realisasi janji-janji kampanye yang telah disampaikan. (*)